Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di ujung penantian

Di ujung penantian

“Tidak apa-apa kita tidak berjumpa selama ini, sudah pasti kita tak saling mengetahui sifat satu sama lain. Saya juga mohon maaf Mas Angger.” “Tidak apa-apa, saya senang kamu memberi jawaban apa adanya yang sedang kamu rasakan, mungkin kita memang butuh waktu untuk lebih saling mengenal satu sama lain.” Hima mengangguk, “Terimakasih atas pengertianmu.” “Kalau begitu aku pamit pulang dulu, sampaikan salam ku untuk Pakde dan Bude.” Kata Angger sambil beranjak berdiri.
1010.6K viewsOngoingAdded to Library 243 Times as never mind
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as never mind
Read
+Library
Unforgettable

Unforgettable

ujar Jarvis sambil menaruh berkas di atas meja bosnya itu, namun Brandon terlihat terus melamun dan tidak menggubris perkataannya. "Pak?" tanya Jarvis, berusaha menyadarkan bosnya itu yang tampak sedang melamun. "O-Oh maaf...baik kamu boleh pergi," ujar Brandon sambil mematikan layar ponselnya lalu kembali mengelus dahinya, ia berpikiran untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya melalui pesan pada Anna, ia kira semua akan kembali seperti semula sebentar lagi saat kencan ketiga kembali terjadi, Brandon tak pernah tahu jika Anna telah bertindak lebih jauh yaitu membatalkan kesepakatannya dengan Reva.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as never mind
Read
+Library
Memories

Memories

Dia seperti mati kutu ketika aku membicarakan tentang menghibur diri sendiri, maksudku, dari Mia. “Ya, ya, terserah. Kau mau pesan apa?” Bill duduk di sofa dan membuka aplikasi pesan antar online di ponselnya. Aku tidak tau apakah ini benar bagiku untuk bersantai di beberapa jam terakhir menuju hari penting esok. Tetapi melihat Bill yang mungkin memerlukan ‘pesta’ ini untuk menghibur dirinya, aku jadi tidak tega. Mungkin dengan begini aku bisa membunuh dua burung dengan satu batu.
9.74.7K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as never mind
Read
+Library
Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

tanya Fajar setelah beberapa menit. “Semua tergantung sama kakak, tapi kita hanya manusia masa ada orang minta maaf kita nggak memaafkan? Kita bukan Tuhan, kak.” Indira menggenggam tangan Fajar lembut “Memaafkan memang sulit, tapi kalau kita bisa melakukannya hidup kita bakal enak karena tidak memikirkan dendam. Masalah yang lalu biarkan berlalu, aku memang tidak menjalani karena bisa dengan mudah bicara, berbeda dengan kakak dan ibu juga Fanny dan bapak. Aku rasa ibu juga sudah memaafkan Melda, buktinya ibu buka pagar untuk Melda masuk walaupun mungkin maksudnya berbeda.”
106.1K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as never mind
Read
+Library
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Apa, sih? Aku salah lagi?” Megantara mengembuskan napas pelan. “Sekali aja kamu melakukan kesalahan. Apalagi kalau sampai punya niat mengusik Nadi.” Rahangnya mengeras. “Aku nggak akan pernah maafin kamu.” Elvira langsung tertawa hambar. “Kamu ngancem aku?” “Aku kasih peringatan.” Megantara tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. “Dan aku nggak pernah main-main, El.”
1017.1K viewsOngoingAdded to Library 615 Times as never mind
Read
+Library
Go Away

Go Away

Tentang sebuah melupakan yang beda tipis dengan kembali menginginkan. "Annyeong, Anna ...." Diana bersikukuh bergeming tanpa membuat pergerakan apa pun. Demi apa pun, ia sungguh belum siap berjumpa lagi dengan masa lalu yang bahkan sudah tertinggal jauh di belakang.
103.3K viewsOn holdAdded to Library 130 Times as never mind
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status