Aku di Antara Kalian
Mereka bertiga diam. Tak ada kata-kata lagi, hanya keheningan yang membawa pemahaman baru. Bahwa mungkin luka masa lalu tidak selalu harus dilupakan. Kadang, cukup diterima dan menunggu sembuh meskipun perlahan.
"Maaf, permisi, Pak. Ada tamu yang nyariin Mas Rendra." Mak Yah muncul di pintu untuk memberitahu.
"Iya, Mak," jawab Narendra. "Yah, ke depan dulu."