Brondongku Psikopat
"Wah! Makasih banyak ya, Kak Elano! Tahu aja aku dari tadi lagi pengin makan yang manis-manis."
"Tahu dong, apa sih yang aku gak tahu tentang kamu?" Elano terkekeh pelan, melipat kedua tangannya di dada sambil menyandarkan bahunya di kusen jendela, menatap Natasya dari samping. "Ngomong-ngomong... pameran seni rupa di kampuskus minggu depan, kamu beneran bisa ikut datang kan?"