Pijatan Nikmat Sang CEO
Selalu sebagai konsep abstrak untuk masa depan yang jauh.
"Maksudku," Nathaniel menggaruk kepalanya, tiba-tiba terlihat gugup, "bukan berarti kita harus melakukannya sekarang. Tapi... aku mulai merasa siap untuk membuka bab baru dalam hidup kita."
Arissa tersenyum, sebuah kehangatan menyebar di dadanya. "Aku juga sudah memikirkannya," akunya. "Bayangkan saja, seorang anak kecil dengan matamu yang cerdas dan senyumku yang menawan."