Setitik Nila
“Aku, takut.”
“Kan, ada Papi Djiwa,” ujar Kirana menenangkan. “Mama pulang dulu ganti baju, nanti malam ke sini lagi. Gimana?”
“Janji, yaaa, datang,” Nila menggigit bibir, matanya berkaca-kaca. Ada banyak ketakutan yang bergelayut di dadanya. Ini pertama kalinya ia menghadapi sesuatu yang begitu besar, begitu mendebarkan, dan tidak bisa diungkapkan.
Hot Chapters