Dear Nala
Gadis itu tampak menunduk, mencoba untuk menghiraukan para pria itu.
“Neng, kok sendirian sih?” tanya salah seorang dari mereka.
“Abang temenin ya, Neng,” sahut yang satunya lagi.
Nala mulai merasa risi dengan hal tersebut, tetapi sebisa mungkin dia menutupi rasa itu. Dia tidak mau sampai para pria yang sedang menggodanya, tahu bahwa dia sedikit ketakutan. Tidak dipungkiri kini tubuhnya bergetar karena rasa takut. Benci dan takut yang menjadi satu di dalam darahnya.
Hot Chapters