Nada di Hati Sastra
“Kamu cemburu, kan?”
“Nggaklah!” sanggah Nada. “Aku cuma nggak suka, bukan cemburu. Bedain, ya, antara nggak suka sama cemburu.”
“Ahh, lihat kamu marah begini, aku jadi pengen cepat-cepat pulang.” Sastra sudah membayangkan banyak hal di kepala.
“Aku nggak marah.” Nada kembali menyanggah, karena merasa dirinya tidak sedang marah-marah. “Dah ah, aku males ngomong. Aku mau makan, biar cepat ke bawah.”
Hot Chapters