I Love You my Teacher
kataku pelan.
Arya menarik napas berat. Kulihat di matanya ada gurat kecewa sedikit. Arya bergeming. Ia diam seribu bahasa, membuatku merasa bersalah.
"Maafkan aku, Ar."
Aku berkata jujur karena Arya itu orangnya baik. Aku nggak mau menyakitinya terus. Kuharap Arya mengerti.
"Baiklah, aku ngerti. Aku nggak akan bisa memaksakan seseorang untuk terus menjalani hubungan tanpa ada rasa sayang. Toh cinta tak harus memiliki, ya kan?" ucap Arya.