ISTRIMU TERNYATA SULTAN
Dia tidak marah, justru tersenyum maklum.
"Seni itu subjektif, Rangga," kata Arya tenang. "Mungkin bagi kamu ini cuma titik. Tapi bagi Berlin..."
Arya menatap Berlin.
"...dia tahu bahwa titik itu adalah posisi bintang Polaris saat malam kami tersesat di hutan pinus waktu kecil. Saat Berlin menangis ketakutan, dan saya bilang: 'Lihat titik itu, selama ada dia, kita nggak akan hilang'."