Badai Sang Pemberani
Nilam sambil menggendong Andry melambaikan tangan, melepas kepergian sang suami tercinta yang melaju dengan senyum bahagia menghias pagi itu.
Pagi menjelang siang, seperti hari-hari biasa di sebuah kantor kepolisian kota tampak sibuk. Telepon berdering, laporan masuk silih berganti, dan suara langkah kaki para anggota bersahutan. Di tengah kesibukan, Brigadir Wisnu duduk di mejanya, menatap beberapa berkas kasus dengan alis berkerut. Semua rekannya mengenal bahwa Wisnu adalah seorang polisi muda yang rajin, lurus, idealis dan tak bisa dibeli.
"Wisnu!" suara lantang terdengar dari sang komandan-Inspektur Ferdinal- memanggil dari dalam ruangannya, Nada suaranya tegas tapi mengandung ketergesaa
Hot Chapters