Cinta Orang Ketiga
Biarlah seperti ini, aku yakin, suatu hari nanti, Ayah pasti bisa menerima Sarmila dan putriku.
Saat malam pertama dengan Andini, aku mengatakan dengan jelas padanya, bahwa aku tak pernah bisa menyentuh wanita yang tak kucintai. Bila dipaksakan, yang terbayang di pelupuk mata hanyalah wajah Sarmila. Andini marah, dia mengamuk dan mengatakan aku pria yang sangat egois. Bahwa dialah gadis pertama yang mencintaiku, sementara Sarmila hanyalah orang ketiga di antara kami. Selama ini dia memendam cinta padaku, tetapi aku sama sekali tak peduli pada perasaannya. Dia bahkan sangat hancur saat melihat kebahagiaanku dengan Sarmila, hingga melakukan kesalahan satu malam dengan seorang pria yang baru di