SELALU SALAH
mas Adit meraih tanganku lalu menciumnya.
Aku pun terhanyut suasana. Mas Adit memang selalu bisa membuat suasana romantis. Maklumlah, kami sepasang pengantin baru, ibarat cilok, masih panas-panasnya.
Ah, aku jadi ingin makan cilok yang masih mengepul panas.
"Kalian ini, gak bisa kah bermesraan di kamar saja?" lagi-lagi Mak Ida berulah.
"Suka-suka Reina dong, Mak. Inikan rumah Reina." sungutku.
Hot Chapters