Duka Pernikahan
“Nggak sia-sia, Jana. Memang ya jodohnya orang baik ya pasti baik juga.”
“Hey, Yoga juga baik.”
“Ingat suami, Jana! Nggak usah bela dia. Penasaran nih sama suami kamu. Kami semua pasti datang.”
Renjana mengaduk minumannya lalu melihat anaknya Novi yang terlihat sangat lucu. “Nov, boleh gendong?”
“Boleh dong, siapa tahu cepet nular, Jan.” Novi mengangkat anaknya. “Utuuu-utuu anak Mama digendong ama Onty tantek, biar cepet nular punya dedek.”
Hot Chapters