The Secret
Kanha berjalan selangkah di depanku, "Jangan senang dulu, Anak Baru. Kau jaga-jaga saja. Banyak makhluk aneh tinggal di tempat itu. Eh, ngomong-ngomong. Sejak kapan kau bisa melihat arwah? Kalau aku, saat masih tujuh tahun."
"Kurasa sebelum masuk taman kanak-kanak."
"Wah, hebat juga. Mereka bilang, semakin cepat semakin baik. Kakakku malah sudah bisa melihat saat ia berumur satu tahun."
"Ah, begitu ya. Tapi, aku tak merasa baik." Sahutku malas.
Halaman belakang sekolah ternyata memang luas sekali.
Aroma pohon cemara dan pinus menyambut hidung kami. Sinar bulan yang keperakan menyinari seisi hutan. Aku juga mendengar gemericik air. Seolah-olah ada sungai di tempat ini.
Hot Chapters