Nameless Love
"Wah... Kamu ingat kejadiannya. Tapi sayang sekali, aku sudah banyak sekali menabrak orang. Jadi tidak tahu siapa saja orang tersebut.''
Aku tertawa mendengarnya. Lucu sekali dia. Ku lihat di pun ikut tertawa. Manis sekali, apalagi wajahnya terkena sinar sang senja dari balik jendela.
"Siapa namamu?" tanyanya
"Nimas, Nimas Khairun Nisa'. Kamu?"
"Aku, Rayhan Ahmad. Senang berkenalan denganmu."
Dia tidak menjelujurkan tangannya saat menanyakan nama. Tidak seperti orang pada umumnya. Bagus juga, dengan begitu aku tidak perlu memberikan alasan untuk menolak uluran tangannya.
"Kamu teman pertamaku di hari pertama aku masuk kampus. Semoga kamu betah denganku," ujarnya.
Hot Chapters