Ah! Mantap, Sayang
tolak Jenna sembari mencoba memalingkan wajahnya.
“Justru itu yang bagus. Kalau kau sedang subur, peluang untuk hamil akan jauh lebih mudah. Kau bisa memberiku satu anak yang tampan, bukan?” Mario menyeringai, semakin merapatkan tubuhnya pada Jenna tetapi tangannya masih menyelinap di balik rok span itu dan memberikan rangsangan pelan.
Jenna menolak tegas, “Aku tidak mau!”
“Dan kau sudah berjanji akan memberiku satu anak, Jenna. Jangan kau pikir aku lupa,” tagih Mario, tatapannya kini berubah menjadi lebih mengintimidasi.
Hot Chapters