Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

Jawabku sambil menahan rasa sakit. “Aku nggak tau ini mempan atau nggak kalo buat kamu. Tapi harusnya sih bisa, aku juga biasanya minum ini…” Kata Dinda yang masih membaca label tersebut. Dia kemudian mengeluarkan satu tablet dari bungkusnya. “Kamu minum ini dulu.” Kata Dinda sambil memberikan tablet tersebut kepadaku. “Satu aja harusnya cukup sih…” “Ini obat apa?”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

“kamu pasti bisa!” Perlahan dia mulai minum dan akupun menyodorkan satu tablet obat berwarna merah yang ukurannya bisa dikatakan cukup besar. Aksa mencoba menelannya sembari meminum lebih banyak air. “Langsung telan nggak usah mikir kalau obatnya akan nyangkut.” Kataku. Aksa berulangkali bersusah payah meneguk obat yang aku sendiri tidak tahu sudah tertelan atau belum. Air di gelasnya bahkan sudah hampir habis.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU

OBAT TIDUR UNTUK ISTRIKU

Aku menjawab. "Ini obatnya?" tanyaku pada Hana sambil menunjuk bungkusan di tangannya. "Iya, tapi …." Hana tak meneruskan kalimatnya. "Tapi, kenapa?" Aku mengernyitkan dahi. "Ada efek sampingnya. Untuk sebagian orang bisa bikin gatel - gatel. Bentol seluruh badan. Tapi, nggak semua orang." Hana menjelaskan.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
PENGKHIANATAN

PENGKHIANATAN

Sesekali menoleh dan melirik tempat duduk Mas Sa'dan khawatir dia menguping pembicaraanku. "Ren, aku lupa kasih tahu, obatnya diminum satu kali sehari, ya. Ada satu obat yang berwarna kuning cukup diminum kalau Kaila mengeluhkan pusing. Sesekali kamu tanya karena kadang anak kecil enggan bicara walau dia merasa sakit." "Oh, iya, Fan. Baik. Makasih banget lo ya."
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
Bayi Mungil di Depan Pintu : Mama, Tolong Diterima

Bayi Mungil di Depan Pintu : Mama, Tolong Diterima

Di satu sisi, dia berharap ingatan Farrel segera kembali, dan di sisi lain, dia takut efek samping obat itu akan menyakitkan. “Seperti yang aku bilang, jangan takut. Aku akan baik-baik saja.” Farrel menggenggam tangan Sally, dan secara perlahan mengambil kotak obat itu dari tangannya. Sally melihat saat pria itu membuka kotak obat dan mengeluarkan sebuah tablet. Dia memiringkan kepalanya, memasukkan obat itu ke dalam mulut, dan menelannya. Farrel sedikit mengernyit.
9.61.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27.0K kali sebagai obat 1 tablet
Tampilkan Ulasan (202)
Baca
+Pustaka
malaikatmusik99
thor tolong dong bikin tokoh farrel nya pinter... jangan jadi bego bloon.... kan bukti tinggal d kasi liat aja surat nikah ..foto2 nikah sama sally...kan byk buktinya... bikin realistis dong thor alur ceritanya..... klo bikin kayak farrel gak bisa mikir hal sesimple itu...udah keterlaluan bego semua
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
KEMBALI PULANG

KEMBALI PULANG

Dia takut obatnya tidak higienis dan mengotori obat lain yang ada di dalam botol karena sudah menyentuh tangannya. Lisa kemudian merebahkan tubuhnya. Dia masih memikirkan pertengkaran tadi. Lisa tahu obat ini baru akan bereaksi kurang lebih lima belas menit setelah dimakan. Namun, Lisa tidak ingin menunggu terlalu lama untuk tidur, dia benar-benar ingin beristirahat dan melupakan semua pertengkarannya dengan Steven. “Makan saja semuanya, biar cepat.” ucap Lisa lalu memasukkan 4 tablet lagi ke dalam mulutnya.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Saga memberikan satu tablet obat setelah Melati menghabiskan roti. Melati enggan mengambil obat di tangan suaminya. Dia memang tidak suka menelan pil atau obat sejenis apapun sejak kecil. Ibunya sampai jengkel, tiap sakit Melati tidak mau minum obat. Setelah ibunya tiada, kalau sakit Melati cukup dengan istirahat dan minum air hangat saja. Sampai sembuh dengan sendirinya. "Sayang," panggil Saga lagi.
10136.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai obat 1 tablet
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Baca Semua Ulasan
Membalaskan Dendam Anakku

Membalaskan Dendam Anakku

Tiba-tiba, beberapa tablet obat itu terasa sangat mengganggu pandanganku. Ini adalah suplemen nutrisi yang dibuat khusus oleh ahli sesuai dengan kondisi tubuhku, atas permintaan Farel. Katanya, selama aku rutin meminumnya, kondisiku akan membaik dan juga bermanfaat untuk program hamil. Aku mengambil pil itu dan mengamatinya baik-baik. Akhirnya, aku melihat beberapa huruf kecil yang tidak mencolok di sisi sampingnya.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Tuan Saga

Ranjang Panas Tuan Saga

Keringat dingin membasahi seluruh dahinya. Saga langsung menelepon Rev. Rev tinggal di lantai bawah, dan setelah mendengar penjelasan singkat tentang kondisi Yeni, dia langsung naik membawa obat. “Ini obat untuk meredakan nyeri haid. Minum satu tablet. Sekitar sepuluh menit biasanya rasa sakitnya akan berkurang. Tapi yang paling penting tetap mengatur kondisi tubuh. Minum obat bukan solusi jangka panjang,” jelas Rev.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

dengkus Wati. Wati kembali ke dalam kamarnya, lalu mengambil satu tabel obat pelancar BAB yang disimpannya di bawah bantal. Seminggu yang lalu Wati kesulitan ke belakang, hingga ia terpaksa membeli obat itu. Masih ada tablet yang tersisa. Wati membawa tablet itu ke dapur lalu menggerusnya dengan cobek hingga menjadi bubuk. Bubuk obat diambil Wati dengan hati-hati, lalu ia tuangkan ke dalam botol minuman pelancar haid.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai obat 1 tablet
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status