Pernikahan Gila
Mengusapnya sekilas dan merapikan lagi pakaian dalam Raya.
Setelah semua selesai, bidan itu melepas kaca matanya. Memandang Fajar penuh penyesalan. Fajar yakin, apa yang akan disampaikan wanita itu bukanlah hal baik.
"Istrimu keguguran, kami tidak memiliki obat yang lengkap di sini karena puskesmas juga terseret banjir. Ini adalah obat pereda sakit dan vitamin, kita tunggu saja sisa-sisa janin keluar dengan sendirinya sampai esok pagi, saya akan menghubungi tenaga medis yang lain untuk mencari pertolongan, pastikan dia tetap hangat. Sebentar lagi dia akan sadar, saya turut prihatin atas musibah yang menimpa dirimu dan istrimu, saya permisi."
Hot Chapters