Gairah Cinta Kakakku
Dia melangkah cepat memasuki apotek, mencari seorang apoteker untuk meminta pertolongan.
Seorang apoteker wanita berhijab menyambutnya dengan senyum ramah. "Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu, Mas?"
"Aku mau beli obat, Mbak, untuk apem. Eh, bukan! Bukan untuk apem!" Juna tampak gelagapan, wajahnya memerah karena teringat ucapan polos Silvi mengenai 'apem'. "Maksudku... untuk lecet. Iya, obat untuk kulit yang lecet."