Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kuntilanak dan Bunga Kematian

Kuntilanak dan Bunga Kematian

ujar Arini pada dirinya sendiri, karena kalau mau jujur ​​​​kesunyan malam ini benar-benar membuat perasaannya tak enak. Sore tadi baru saja berlangsung acara tahlilan malam pertama adiknya itu, dan Arina tak mau memikirkan hal yang bukan-bukan tentang Arini, sebab dia teringat mitos yang tersebar di masyarakat kalau seseorang yang mati tak wajar akan gentayangan, tapi apakah kematian adiknya itu termasuk tak wajar? Suara ketukan di jendela kamarnya kembali terdengar, sangat halus dan nyaris tak terdengar jika malam itu suasananya tak terlalu sunyi.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Kualihkan tatapan pada Dokter Janu yang ikut bersimpuh di sampingku. "Dok ...." Pria itu mengangguk dengan raut sendu. "Kamu harus kuat, Rin." Tidak! Ini tidak mungkin! Semua orang pasti sedang mempermainkanku! Kualihkan tatapan pada Ibu dan Mbak Zita. "Bu, Bapak kenapa? Mbak ...." Ibu mengangkat pandangan hingga kami bersitatap. Matanya memerah dengan wajah yang basah. "Bapakmu meninggal, dan ini semua gara-gara kamu, Rindu!"
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
Belitan Obsesi Presdir Dingin

Belitan Obsesi Presdir Dingin

“Iya, Pa.” Sepeninggal Robert, Joana pun tiba-tiba merasa mulas. Ia pun beranjak ke kamar mandi. Tidak berselang lama seseorang masuk ke dalam dengan senyum liciknya, mendekati tubuh Valerie. Tangannya bergerak mengambil suntikan racun yang mematikan. “Kau harus mati!!!” Tangannya bergerak ingin menyuntikkan racun itu ke dalam cairan infusnya. Tiba-tiba pintu terbuka...
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai obito dan rin mati
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Iin Romita
Keren thur ceritanya ... Ah ... saat-saat yg ku tunggu tentang pernikahan Max dan Valle ... Jangan lupa kasih adegan ehem-ehem ya thur tiap part-nya... Semangat berkarya... cerita seru,, ngalir kek air mengalir... Suka banget sama gaya bahasanya yang santai...
Amalia
Aku bayangin saat Max membawa buket bunga untuk diberikan pada Valerie itu wajahnya seperti apa. Kaku, dingin gitu gerogi gak ya. terus juga pas dia mengulurkan tangannya tanpa senyum di wajahnya ehh salting sendiri aku... sayang sekali pernikahannya tiba-tiba. Thor kau berhasil mengaduk-aduk hatiku
Baca Semua Ulasan
Terperangkap Cinta Tuan Muda

Terperangkap Cinta Tuan Muda

“Lihat saja nanti, Nona Hanako Rin Sudo. Kau akan segera melahirkan beberapa anak dariku. Lihat dan tunggu saja. Tak akan lama lagi.” Senyum misterius Ryoma Otsuka benar-benar menakuti Hanako. Sebulir keringat meluncur deras dari dahinya. Sekujur tubuhnya terasa lemas seperti dia kehilangan tulang-tulang di dalam tubuhnya. Melihat Hanako Rin Sudo yang pucat pasi dan membelalak ketakutan membuat Ryoma Otsuka merasa sangat puas. Senyumnya melebar seiring gairah yang bergejolak bertambah besar. Tanpa mengatakan sepatah kata apa pun lagi, Ryoma Otsuka kemudian melepaskan wajah Hanako dan menarik tubuhnya yang menindih Hanako. Kemudian dia berbalik dan pergi dengan penuh kemenangan. Meninggalkan
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

"Kamu tau aku ketakutan melihatmu terkapar di aspal. Kejadian itu tepat di depan mataku. Apa yang terjadi, Rin? Kenapa kamu sampai menerobos lampu merah, ngebut lagi." Rinai bergeming. Matanya lebih suka menatap langit-langit kamar dari pada bersitatap dengan Reinart. Dia tak ingin pria itu membaca luka yang ada di matanya. Kenshi, Nailah ... nama itu membuat sakit yang kini mendera tubuhnya tak berasa sama sekali. Justru dadanyalah yang terasa sesak. Sampai hati Kenshi melukainya seperti itu. Perlahan airmata keluar dari kelopak mata Rinai begitu saja. Dia ingin melupakan semuanya. Andai saja saat kecelakaan dia tak selamat mungkin lebih baik atau Tuhan mengambil semua ingatannya agar saki
819.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
PENJARA HATI MAFIA

PENJARA HATI MAFIA

Gadis itu sudah pasrah jika hidupnya akan benar-benar berakhir sampai di sini. "Malveron, sejak bertemu denganmu ... hari-hariku selalu dipenuhi dengan lumuran darah. Aku akan menghantuimu jika kau masih berhasil selamat dari todongan senjata hari ini!" ucap Rin melontarkan wasiat terakhir, sebelum dirinya menjadi korban keganasan senjata dari orang-orang misterius yang mengelilinginya. "Kau tidak ingin hidup lagi? Hutangmu belum lunas!" omel Ron.
106.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
SSST ... JANGAN BERISIK!

SSST ... JANGAN BERISIK!

Letnan Dani menyalakan senter dari ponselnya. "Ya Tuhan! Tino?" Bu Gita terpekik, menutup mulutnya. Tino berada persis di atas Ryan, Fadil, Dede dan Azhar. Begitu terlihat nyata mayat anak Ibu Gita, kepalanya penuh luka, bajunya dipenuhi darah kering. Tubuhnya sudah membiru, binatang-binatang kecil mulai menggerogoti tubuh gemuknya. Pemandangan yang sangat mengerikan.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
SUJUD TERAKHIR EMAK

SUJUD TERAKHIR EMAK

“Kamu jangan bilang akan mati. Kamu masih punya kesempatan… ayo makan dulu, minum dulu. Tubuhmu butuh tenaga.” Namun Rini justru menangis tersedu, kepalanya tertunduk. “Tidak, Sita… kamu tidak tahu… penyakitku ini… sudah tidak ada obatnya. Aku hanya tinggal menunggu waktu.” Sita terdiam, tubuhnya kaku. Kata-kata Rini menggema seperti pisau yang menusuk hati. Ia ingin menyangkal, ingin berteriak bahwa semua masih bisa ditolong, tapi melihat wajah pucat dan tubuh ringkih Rini, keraguannya makin besar.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
DI ATAS RANJANG MAFIA

DI ATAS RANJANG MAFIA

Bibir Maxi bergetar hebat, napasnya memburu—sebuah perpaduan antara kemarahan murni dan ketakutan yang ia sembunyikan dengan rapi. Tuan Obelo telah tewas. Penopang utamanya di AXIS telah tumbang. Bagi Maxi, kematian Obelo bukan sekadar kehilangan sekutu, tetapi itu bagai deklarasi perang dari bayang-bayang. Ia yakin, peluru yang menembus dada Obelo dikirim langsung dari tangan klan Riciteli.
1013.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
Claudia's Gift Shop

Claudia's Gift Shop

kata Rin. Tiga orang yang agak jauh dihadapannya itu hanya termangu menatapnya dan Frieda. Wajah mereka menjadi sedikit pucat, seperti baru saja melihat hantu. Rin berjalan mendekati mereka lalu tiba-tiba berlari ke pelukan ibunya. Sarah sedikit kaget melihat Rin yang tiba-tiba berlari ke arahnya, namun dapat kembali menyentuh anaknya yang telah lama meninggal merupakan suatu keajaiban baginya, karena itu ia menyambut pelukan yang diberikan Rin. “Apa kita sudah mati sampai-sampai bisa bertemu Rin di tempat ini?” ucap Frans
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai obito dan rin mati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status