CEO ITU AYAH ANAKKU
Pelukan itu, meskipun sarat kesedihan, terasa seperti oase di tengah gurun kekalutan.
“Maafkan Nayara,Ma,” Nayara terisak dalam pelukan Nasha. “Maafkan Nayara yang tidak berguna ini.”
“Tidak, sayang. Jangan bicara begitu,” Nasha mengusap punggung Nayara. “Kamu pulang, itu sudah cukup. Kamu ada di sini.” Suaranya serak, penuh kelegaan yang bercampur getir.
인기 회차