Buncitnya Jenazah Kakakku
'Drrt!
Aku yang hampir saja terpejam, sedikit berjingkrat ketika mendengar bunyi ponselku berdering. Segera aku merogoh saku sweater, ternyata Bryan yang menelepon.
"Halo, Kak."
["Maaf, Nil, aku baru liat pesanmu. Seharian ini sibuk banget ngurus kasus Naila. Kamu nggak usah khawatir, Papa … ah, maksudku Pak Burhan sekarang sudah dipidana. Dia dikenai hukuman atas tuntutan yang telah menjadi otak pembunuhan tewasnya Naila, dan percobaan untuk membunuhmu juga. Pak Burhan juga sudah mengakui bahwa dia lah yang telah menghamili Naila. Pria itu akan aku pastikan dihukum seberat-beratnya. Kamu tenang aja, semoga Naila bisa tenang dengan hal ini."]