Suami Miskinku Ternyata Konglomerat
Sama-sama sekumpulan manusia jalang.
"Ada salam dari gundikmu, si Ulpa, dia tanya, kapan kau akan membelikan tas buatnya?" tanyaku pada Burhan, yang masih mengerang kesakitan. Wajahnya sudah tidak lagi berbentuk, terlihat bengkak-bengkak, bibirnya pun sudah terlihat jontor, dan darah masih keluar dari lubang hidungnya.
Burhan belum menjawab pertanyaanku, dia masih mengerang kesakitan. Mulutnya terus saja mengeluarkan suara rintihan.