Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raina

Raina

Aku mengangguk, membenahi bajuku sebelum turun dan kembali duduk di sebelah Raka. “Ibu Raina sering mual muntah?” “Hampir setiap pagi, Dok.” Dokter Anna membuka buku KIA––Kesehatan Ibu dan Anak. Ia mencatat sesuatu di sana. “Bu, kita ukur tinggi badan, berat badan, sama lingkar lengan atas dulu. Wina, tolong dibantu ya.” Aku melakukan prosedur yang diminta dokter Anna dengan bantuan suster Wina. Sementara doker Anna mengisikan data dari suster Wina ke dalam buku KIA. Sehabis itu tes HB, dan golongan darah.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 345 Times as omega
Read
+Library
ZOE

ZOE

komentarku, "Ah iya, yang kuminta waktu itu ada?" "Ada, Nona." Ia kembali menggeser layar, "AWSM (Artic Warfare Super Magnum). Senapan ini mampu digunakan di berbagai cuaca khususnya cuaca dingin dan bersalju. Sesuai request, Nona, Ada fitur de-icing untuk menembak saat badai salju. Akurasinya juga bagus, nona. Satu tingkat diatas Mc Millan TAC 50." "Ada lagi?"
106.4K viewsOngoingAdded to Library 204 Times as omega
Read
+Library
Me

Me

Perasaan senang membekas didada, dia membayangkan bahwa akan banyak hal baik yang datang. Tak perlu menunggu lama, terlihat seorang gadis memakai seragam dengan almamater bertuliskan Universitas Wingsterlang serta logo universitas yang jelas. Gadis itu memakai jeans dengan Classic Ankle Boots, rumbutnya terurai bewarna sedikit kecoklatan. Ya, dengan gaya yang seperti itu, dia masih memakai ransel yang menjadikannya sedikit lucu.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as omega
Read
+Library
HEAVY

HEAVY

"Ck, denger ya, kamu minum sampai gak sadarkan diri. Bangun-bangun sudah di kamar orang lain dalam keadaan naked, sama saja ONS bodoh!" "Aku tidak akan mabuk, tenang saja. Aku ini sudah pro." "Sepertinya otakmu memang sudah error! Gak heran sampai merelakan suaminya untuk menikah lagi," ejek Wenda lalu beranjak menuju kamar mandi, meninggalkan Renata yang terdiam di tempatnya. Apa yang diucapkan Wenda sepertinya benar. Otak Renata memang sudah error.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as omega
Read
+Library
YOU

YOU

31 AlunaOcean (Serius pulang? Engga bohong lagi kan kali ini pulangnya ) XavierAG (Iya Ocean, aku beneran pulang kali ini. Kosongin jadwal kamu tanggal 08 Januari nanti ya, biar kita bisa ngerayain ulang tahun bareng, sekaligus ada hal penting yang mau aku bahas sama kamu) AlunaOcean (Yeeaayyy beneran pulang. Oke, aku kosongin jadwal tanggal 08 Januari nanti. Hal penting apa emang yang mau kamu bahas sama aku? )
2.4K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as omega
Read
+Library
Castle

Castle

"Oh ya, temanku bernama Williams" Lelaki menyebalkan tadi bernama Williams. Dia lelaki tampan yang mungkin berumur 2-5 tahun lebih tua dariku, tapi dari penampilannya terlihat seorang lelaki biasa. Namun, Tom terlihat lebih tua dari Williams. Tom mempunyai kulit sedikit gelap dari Williams, meskipun sama berkulit putih. Untuk sekilas aku bisa menilai bahwa Tom lebih baik daripada Williams. Wajar saja aku menilai seperti itu, kesan pertama aku dan Williams cukup buruk. Ah menyebalkan, tidak punya sopan santun. Mereka tampak seumuran, bahkan tingginya pun hampir sama. Williams mempunyai rambut berwarna hitam, sedangkan Tom berwarna keemasan. Apa hubungan Tom dan Williams? Wajah mereka sama sek
104.1K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as omega
Read
+Library
MATE

MATE

Kurasakan usapan wanita itu berhenti kemudian kudengar suara langkah kakinya menjauh dari sini. Aku berusaha duduk dengan tenang. Kurasa hanya tinggal aku dan laki-laki itu disini. Aku pastikan itu, karena hanya ada aromanya saja yang bisa memenuhi ruangan ini. Aku tak bisa mencium aroma wolf lain selain aromanya yang begitu memabukkan disini. Kemampuan seorang werewolf adalah penciuman dan pendengaran yang tajam. Jadi meskipun saat ini aku tak bisa melihat, aku masih bisa mengetahui keberadaan wolf lain disekitarku hanya dengan mencium aroma mereka.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as omega
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Yang ditanya tertawa terbahak-bahak, mengingat masa lalu mereka "Hahahaha ... Benar." Winter diam, wajahnya membeku tanpa ekspresi apapun. Kaizen menatap orang ini dan menusuk dadanya main-main menggunakan telunjuk "Kami sudah putus, jadi berhentilah memasang wajah masam. Apakah kau homofobia?" Winter diam, tapi kepalanya menggeleng. Kaizen menatapnya untuk beberapa lama, lalu tersenyum main-main
104.7K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as omega
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status