NODA
Pak Andi mengangguk, kemudian menundukkan kepala dan masuk ke dalam.
Kini tinggal lah aku dan Luna. Kami saling menatap, lidah kami sama-sama kelu, mungkin, dan mulut kami seolah terkunci rapat. Hingga akhirnya dia mendekat beberapa langkah kemudian menatapku dari atas hingga bawah. Ekor matanya berhenti pada Paper bag yang ada di tangan lalu salah satu sudut bibirnya terangkat, ya, dia tersenyum miring ke arahku dengan tatapan entah. "Cass on delivery atau transfer?" ejeknya seraya memainkan rambut hitamnya dengan jemari. Ia sedang mencoba untuk merendahkan aku dan mengira bahwa aku sedang mengantar makanan online. Aku diam lalu menghela napas dan tersenyum saja menanggapi wanita yang terli