Obsesi sang protagonis
bisik Ruan Ruan di telinga Chang Mei.
Sang rekan bekerja mengangguk. "Aku sampai lupa Tuan Muda terbiasa memegang pistol, bukan sendok bubur," bisiknya sangat lirih, takut terdengar orang yang sedang dibicarakan.
Keduanya memilih mundur masuk kembali ke ruang ganti seakan belum selesai memilih pakaian.
"... mataku seperti diberi lem, sangat mengantuk, selalu mengantuk," keluh Yerinsa di tengah menikmati sarapan bubur.
Hot Chapters