Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kakak Iparku Ratu Iblis

Kakak Iparku Ratu Iblis

Beberapa orang membungkamku kuat-kuat sehingga suaraku sama sekali tidak terdengar sampai ke luar pintu. Setelah beberapa saat, aku mendengar suara langkah kaki kakakku yang pergi menjauh. "Kak Hera, aku juga nggak menyalahkan wanita murahan ini, yang ingin mendekati Pak Yogi. Pak Yogi baru berusia tiga puluh tahun, tapi sudah mampu membuat perusahaannya menjadi peringkat kelima di negara ini. Selain itu, dia juga tampan dan gagah. Pria sehebat Pak Yogi pasti akan didambakan oleh orang lain."
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Kata dokter yang menangangi Ibu, itu bagus untuk mengalihkan pikirannya dari terus memikirkan Ayah. Sungguh, ikhlas adalah tingkat tertinggi dalam ilmu manusia. Dan untuk mencapainya, ternyata sulit sekali. Aku memutuskan mampir ke rumah Helena sepulang dari kampus. Setelah menyempatkan diri salat maghrib di mushola kampus, aku segera pergi ke rumah Helena. Rumahnya gelap, hanya ada satu titik cahaya lampu yang membias dari salah satu jendela. Kuduga, Helena ada disana.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Pelakor Yang Diundang Suamiku

Pelakor Yang Diundang Suamiku

tanya Rahman. "Begini, Yah, Ibra ingin segera menghalalkan hubungan kami. Kalau menurut Ayah, kpan waktu yang pas, ya?" Rahman cukup terkejut. Ia membenarkan posisi duduknya, demi mendengar apa yang akan diucapkan oleh calon menantunya. "Jadi, kalian ingin segera meresmikan hubungan kalian?" Ibra dan Vania mengangguk, Rahman tersenyum senang. Usianya sekarang hampir tujuh puluh tahun, rasanya tenang jika sang anak ada yang menjaganya lagi.
847.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Iblis Itu Suamiku

Iblis Itu Suamiku

Sebastian yang disebut tersenyum ramah, aku yakin Iblis yang terkenal sebagai ahli tipu daya sepertinya, dapat melihat tipu daya yang dilakukan manusia dengan mudah hanya dengan melirik sekilas. “Panggil saja saya Sebastian, Nyonya. Saya adalah suami dari Rael jadi saya adalah Menantu anda juga.” Wanita itu tertawa senang menepuk pelan lengan Sebastian saat mendengar permintaan Suamiku itu agar dipangggil dengan nama depannya saja. Menyebalkan dan memuakkan aku benci sekali dengan drama yang diperankan Ibuku sendiri.
1016.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Audreana Ivy
Halo my beloved readers, update agak lama yaa krna Ivy sakit (coped coba saya :)) jadi buku ini akan update agak lebih lama mungkin Buat teman2 semua jgn lupa jaga kesehatan ya … cuci tangan, pake masker jaga kebersihan. Stay save all. Tenang Sebastian gak akan lama menghilang wkwkw^^
fans j-hope bts
alurnya Uda bagus gak bertele2 smoga kedepannya cerita ini ttp konsisten dgn alur yg padat dan jls. walaupun ada konflik tp bakalan ttp seru dan gak ngebosenin klo alurnya gak bertele2. btw aku nungguin updatenya kak. suka sm ceritanya
Baca Semua Ulasan
Istri yang Kuabaikan

Istri yang Kuabaikan

Kakakku perempuan, adikku juga perempuan. "Mama dengar calonnya Al itu anak orang kaya lho." Mama berkata dengan antusias. "Punya usaha sendiri, berpendidikan, mandiri lagi. Coba istrimu juga begitu, " tutur Mama panjang lebar.
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Kiai Darmawan beserta anak dan menantunya terkejut dengan kalimat yang baru mereka dengar. "Hampir saja aku lupa maklumlah, udah tua. Namaku Umar bin Zaenal," ucap Umar dengan santai. Umar adalah ayah dari Halimah sekaligus pemilik pesantren itu secara turun temurun. Usianya sembilan puluh delapan tahun namun, keadaan fisik masih tegap kerutan di wajah sedikit sekali rambutnya memutus secara keseluruhan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Duda dan Janda Bertetangga

Duda dan Janda Bertetangga

Dan yang pasti juga tidak kalah tampan dari Ibram Mahesa. Meskipun bukan CEO atau pemilik perusahaan, Iqbal memiliki jabatan yang cukup tinggi di kantornya, yaitu Direktur Pemasaran dan Perencanaan Strategis, jabatan yang memegang rekor pertama kalinya diisi oleh orang dengan usia semuda Iqbal. Prestasi Papanya ini sangat hebat dan cemerlang. Meskipun Gea menyukai idol pop Korea dan Ibram Mahesa, tapi bagi gadis itu tetap saja Papanya adalah idolanya nomor satu. Cinta pertamanya.
1096.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

Iqbal duduk terdiam sendirian di kantin sekolah, Iqbal merindukan ayah dan ibunya yang berada di Jawa, Ketika kemudian ponselnya berdering, ada panggilan dari senja ibu kandungnya. “Halo Buk”. “Halo nak kamu sedang apa sekarang?”. “Lagi duduk-duduk saja buk, oh iya buk Iqbal sangat kangen banget sama ibu”.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Pesona Suami yang Diremehkan

Pesona Suami yang Diremehkan

"Barusan, Akhtar. Wah, di sini masih macet saja. Tak berubah, meskipun Mama sudah lima tahun meninggalkan kota ini." Ramdan terkekeh sambil melerai pelukan. Lalu, merangkul sang ibu dan membawanya ke ruang keluarga. Dia raih jemari wanita yang telah melahirkannya dan menggenggamnya erat. "Mama juga enggak berubah. Masih sama seperti dulu, selalu cantik dan cantik." Alina tersenyum sambil mengusap lembut punggung kokoh anak sulungnya. "Bisa aja kamu, Akhtar. Dari dulu memang pintar memuji, istrimu pasti selalu bahagia."
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU

KUBUAT KAU MENGEMIS CINTAKU

Aku benar-benar tak bisa memutus paksa rasa yang menyubur dengan sendirinya. “Hati-hati, ya, Va! Jaga cucu Mama baik-baik.” Mama saling memeluk dengan Diva. Lantas memeluk Bang Iqbal juga dan mengusap-usap punggungnya. “Jaga istrimu baik-baik, Iqbal.” Bang Iqbal hanya tersenyum dan berucap lirih mengiyakan. Mama mengantarnya ke teras depan. Sementara itu, aku gegas menaiki anak tangga. Adzkya tadi sudah naik duluan mau salat katanya.
1058.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status