Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Gue adik dari seorang kakak yang bakal manggung dikit lagi, ditambah dengan GO Pro yang udah Stand By mode video daritadi, lu bolehlah kasih gue predikat adik berbakti sejagat raya, hahaha. CAMERA-ROLLING-ACTION. “Yaaaa, Welcome back with Iqbal Ramdani. Hari ini, disini, SMA Cahaya Harapan lagi ngadain Pensi buat memeriahkan acara Class Meeting Sekolah, Soobbb.” “Banyak yang hadir dong, semua artis-artis SMA CAHAR yang kece badai, yang cantik kaya putri dan ganteng kaya pangeran, tapi yang pasti masih gantengan gue_ Weeee, AJE GILEEE.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
TULPA

TULPA

Memilih duduk di kursi tunggu di depan ruang inap Iqbal. Suara langkah kaki yang tergesa-gesa membuatku menoleh mendapati seorang wanita dewasa bersama dengan laki-laki dewasa yang berjalan beriringan. Aku langsung berdiri, menyapa ramah dari kedua orang tua Iqbal. "Bagaimana keadaan Iqbal, Ra?" tanya ibunda Iqbal. "Baik, Tante. Iqbal udah sadarkan diri lagi ditemani Rai di dalam," jawabku sopan.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
LOVE A FRIEND

LOVE A FRIEND

pamitnya memberi salam pada orang tuanya, mengecup punggung tangan sang ibunda. "Assalamualaikum ..." "IQBAL TUNGGUIN" teriak Kiara yang masih mengambil handuk untuk mandi 'Terlambat, Iqbal udah pergi' kesalnya menggerutu Dengan berat hati akhirnya Kiara bersiap siap berangkat sekolah sendirian. Dia keluar dari bilik kamarnya, mengambil satu helai roti yang telah sang ibunda siapkan.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
CEO MESUM itu SUAMIKU

CEO MESUM itu SUAMIKU

Delapan tahun kemudian.... “Papa!” Iqbal berseru riang saat melihat sang ayah sudah menunggunya di parkiran mobil. Saat ini, Iqbal sudah bersekolah di Sekolah Dasar yang cukup terkenal dan bonafit di Semarang. Iqbal baru saja selesai ulangan matematika dan mendapatkan nilai terbaik. Ia tidak sabar ingin menunjukkan hasil ulangannya pada sang ayah.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Ketika Selingkuhan Suamiku Mengurus Bayiku

Ketika Selingkuhan Suamiku Mengurus Bayiku

Suara mas Ibra kembali terdengar setelah cukup lama pria itu diam. "Tutup mulutmu! Maling mana ada yang mau ngaku?!" bentak mama Kumala. Perempuan tua itu spontan menghadap mas Ibra lalu menunjuk-nunjuk pria itu. "Kamu itu juga lelaki enggak benar. Lagaknya sudah seperti pahlawan, padahal kamu baru saja dipuasin sama Kayla. Iya, kan?" "Jangan coba-coba turut campur urusan keluarga saya. Saya ini sedang memberikan pelajaran kepada mantan menantu saya ini agar menjadi janda yang baik, bukan malah jadi janda kegatalan seperti ini!"
25.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 880 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
kubalas hinaan mertua dan iparku

kubalas hinaan mertua dan iparku

, kata Laila "Mana coba kamu tunjukkan fotonya sama ibu" kata Ibu bersemangat Lalu mbak laila menunjukan foto temenya itu pada ibu, "Ini bu nama nya namira cantikan bu?, kata mbak laila pada ibu " Iya cantik ini baru namanya menantu idaman bukan kayak si Reva menantu kampungan, kata ibu dengan tidak suka, Tiba-tiba ada notif masuk ke rekening ibu dan mbak laila pertanda ada transferan masuk
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Tidak menjawab dengan kata-kata, tapi pria itu sudah mengangguk pelan pada Aida. "Hmmm ... ngerti aku sekarang kenapa Bang Ibra itu ngotot banget ngajakin Mas Reiko. Karena dia udah temenan lama dan dia juga tahu kalau Mas Reiko itu bisa sholat." "Ibra, dia yang zaman dulu waktu di SMA ngajarin aku surat-surat pendek itu dan ngajarin aku baca Quran juga. Aku dulu nggak bisa. Tapi dia yang ngajarin sampai aku bisa dan sampai hafal bacaan sholat. Dia ngajakin aku ikut pesantren kilat di pesantren pas bulan puasa. Waktu itu aku masih kelas 1 SMA. Di bulan puasa, jadi hari-hari aku cuma belajar agama aja."
967.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

Gara-Gara Mengumrohkan Ibu

#1 "Alhamdulillah, akhirnya Ibu bisa berangkat umroh tahun ini," ucap Alma sembari memeluk erat tubuh wanita yang telah melahirkannya 28 tahun silam. Lusa adalah hari keberangkatan ibu dengan jamaah umroh lainnya. Sehingga, Alma perlu memastikan kondisi sang ibu fit sebelum hari keberangkatannya. "Iya, Nduk. Alhamdulillah. Doakan Ibu supaya pergi dan pulang dengan selamat ya, Nduk," ucap Bu Hasna sambil mengelus pelan punggung Alma.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 518 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
MENANTU IMPIAN IBU

MENANTU IMPIAN IBU

Hinggah Dilan harus pergi dari rumah untuk meneruskan keinginannya menjadi orang seperti Ibra yang menghafal Al Qur'an, dia meninggalkan adik yang sudah bisa diajak main bola itu dengan berat hati. "Kamu pingin jadi muballigh kayak abimu?" saat itu mamanya sempat menentang keinginannya. Namun sang kakek, Hermawan, malah mendukungnya. "Setidaknya kamu bisa belajar banyak tentang Al Qur'an duluh, biar nanti jadi pengusaha jadi pengusaha yang jujur," kata opanya waktu itu.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Ibu Muda Anak Mas Duda

Ibu Muda Anak Mas Duda

Tanpa basa-basi, ia berkata, "Wah, pant*t kamu besar banget! Kedokter kecantikan mana kamu suntik sampai hasilnya secepat ini?" Nabila mendengus, jelas tersinggung. "Apa? Kamu iri ya sama aku kalau gitar sepanyol punya ku juga besar? Huh, perempuan gila!" balasnya ketus. Ia kemudian kembali menatap Tommy dengan senyum lembut, mengabaikan Maria. "Ini, Mas, makanan yang aku masak pagi ini. Kata Ayah, nanti Mas disuruh ke rumah. Ada rapat RT yang ingin dibicarakan," ucap Nabila sambil menyodorkan kotak makanan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai orang tua iqbaal ramadhan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status