Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Pekerja yang mendorong gerobak, anak-anak yang membawa tas sekolah, dan wanita yang membawa keranjang masing-masing pergi ke arah yang telah ditentukan. Seorang loper koran berhenti. Dia berusia sekitar tiga belas tahun, mengenakan mantel berlapis kapas tebal dan membawa tas kain yang menggelembung di punggungnya. Anak laki-laki itu menarik koran dari tas, dengan terampil memeriksa nomor rumah, lalu menggambar tanda di lembaran yang dibawanya dengan pensil arang.
9.67.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil di Pelaminanku

Gadis Kecil di Pelaminanku

"Boleh, Sayang. Ambil boneka yang paling Syila suka, ok?" "Ok, Nda." Puas berbelanja, aku mengajak Azzam untuk kembali pulang, namun saat di perjalanan aku melihat hal yang tidak aku duga sebelumnya. "Bang, pelanin dikit bawa mobilnya," kataku pada Azzam. Azzam mulai menekankan laju mobil, dan aku terkejut saat menyadari yang aku lihat memang benar dia. Di sana, seorang pria tengah berjalan dengan membawa kertas berwarna cokelat. Dia berhenti saat ada pengumuman lowongan pekerjaan yang menempel pada pintu gerbang sebuah perusahaan.
9.522.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Bukan Salesman Biasa

Bukan Salesman Biasa

Ketika berhenti di traffic light, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan si Kakek penjual koran. Namun sosok itu tak ada, ia semakin yakin jika sosok Kakek itu memang bukan orang sembarangan. Ia meneruskan perjalanannya ke kantor. Kali ini sudah banyak karyawan yang datang, area parkiran juga sudah dipenuhi kendaraan mereka.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
AKU SANG ISTRI BOSS

AKU SANG ISTRI BOSS

ujar Ruki dengan suara ketus. “Gak. Aku hanya mau ngobrol aja. Boleh?” “Aku sibuk jualan. Apa kamu gak lihat?” “Kamu jualan koran sekarang?” “Kenapa? Kamu mau bilang ini pekerjaan rendahan?”
9.729.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 861 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Jujur, aku belum terbiasa dengan keramaian yang mengharuskan menunjukkan wajah tersenyum terua. "Rombongannya banyak, ya," celetuk Fariz saat mengantarkan mereka pulang. "Iya, lah. Mereka kan dari kantor berbeda," celetuk Santi yang kembali dari halaman depan. Dia beserta karyawan, aku suruh menaruh bingkisan di mobil mereka, sebagai buah tangan sekaligus promosi. "San, Pak Wartawannya tidak lupa, kan?" tanyaku memastikan. Santi menjawab dengan mengacungkan jempol.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Tawanan Mertua Kakak

Tawanan Mertua Kakak

“Wartawan itu pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk media cetak dan elektronik. Seperti koran, majalah dan televisi.” “Seperti apakah koran dan televisi.” Ayang ingin tahu. Ia makan dengan lahap. “Setelah ini Tante tunjukkan apa itu koran dan televisi.” Dokter Kartika senang dengan sikap Ayang yang cepat akrab. “Apakah Ayang suka dengan makanannya.” “Huum, ayamnya enak. Lebih enak dari buatan Nenek Sri.” “Nenek Sri? Siapakah dia?” tanya Dokter Kartika.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Dominasi sang Pewaris

Dominasi sang Pewaris

"Tiada? Apa yang anda katakan Tuan?" "Oh, maksudku, kamu seorang kurir. Kamu lebih banyak bekerja di luar kedai untuk mengantar pesanan. Aku khawatir, saat datang esok, kamu tidak ada di kedai. Ya, sedang mengantar pesanan. Aku tidak bisa menunggumu hanya untuk meminum kopi, bukan?" Jack tertawa kecil. "O, begitu rupanya. Benar, anda benar. Terkadang aku ke kedai hanya untuk mengambil pizza, lalu pergi lagi mengantarnya."
9.260.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Istri Naskah Mas Politikus

Istri Naskah Mas Politikus

Olla menyeduh kopi di pantry kantor surat kabar Berita Pertama, dimana ayah juga bekerja disini sebagai jurnalis veteran. Dia baru selesai sidang skripsi dan belum tahu mau kerja apa. Mencoba magang disini untuk mencari pengalaman. Ya sukur-sukur langsung diterima kerja 'kan? "La, ayah mana? Ada berita yang masih nyangkut nih, belum bisa di publis." rekan kerja ayah mengikuti Olla yang membawa gelas kopi ke ruangan.
679 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

Lalu ia akan berbicara dengan rekan di sebelahnya. "Dia jurnalis?" gumam George. Untuk seperkian detik, George menganggap orang itu adalah karyawan stasiun televisi yang bertugas mencari berita. "Baik, cukup sampai di sini. Besok kita kembali lagi!" Orang itu berbicara kepada rekannya, mereka menggangguk mantap dan mengemasi barang-barang mereka.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Terjerat di Hati yang Salah

Terjerat di Hati yang Salah

Sampailah mereka di depan sebuah bangunan perkantoran yang menjulang tinggi. Mentari sendiri tidak yakin, berapa jumlah lantai bangunan di hadapannya itu. Dia berjalan masuk, sedangkan Rani pulang untuk bekerja sebagai driver taksi online.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status