Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Pilihan Mafia

Wanita Pilihan Mafia

Dedaunan yang terjatuh akibat angin semalam beserta ranting-ranting kecil berserakan disapu oleh Salwa, sedikit menggelincirkan kaki yang beralas sandal karena bagian yang tersapu adalah kerikil-kerikil hias yang tertata cantik di taman itu. Yang Pohan mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan Salwa, membaca koran yang sudah tergeletak di atas meja dengan secangkir kopi hitam yang masih mengepul uap air di atasnya. Suasana pagi itu seharusnya membuatnya tenang sebelum lelaki itu memutuskan kembali bekerja ke kantor, karena sejak berada di vila, ia mengerjakan semuanya secara virtual. Namun, apa yang tersaji di surat kabar pada bagian tajuk utama membuat lelaki itu kesal. Ia menceraikan satu le
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
My Soulmate From My Heart (Series 2)

My Soulmate From My Heart (Series 2)

Mulai dari Toko-toko, salon, sekolah, dan lain sebagainya, tapi tetap saja keberuntungan masih jauh darinya. Duduk sambil meredakan rasa haus degan sebotol air mineral, tak sengaja matanya terfokus pada tulisan di koran yang sedang dibaca oleh seorang Ibu-ibu di sampingnya. "Maaf, Bu ... boleh pinjam korannya sebentar?" tanya Kiran sopan. "Iya, silahkan," balas wanita itu menyodorkan benda itu pada Kiran. Sebuah lowongan pekerjaan yang ada di berita koran jadi fokus Kiran. Dengan cepat ia mencatat Alamat yang tertera. Tanpa buang-buang waktu ia pun langsung menuju ke lokasi dengan sebuah taksi.
1048.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 974 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Menikahi Duke yang Kubenci

Menikahi Duke yang Kubenci

Cahaya pagi yang hangat menyelinap masuk, membasuh wajahnya. Di luar, beberapa pelayan tengah sibuk dengan tugas mereka, sementara tukang kebun tampak sedang memangkas dahan-dahan mati di antara hamparan bunga mawar. Tak lama kemudian, ketukan kembali terdengar. Pelayan yang sama masuk membawa koran terlipat rapi di atas nampan perak. “Silakan, Nona.” Irene segera mengambilnya. Pandangannya jatuh pada tajuk besar tercetak tebal di halaman depan.
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
DITINGGAL MANTAN DINIKAHI SULTAN

DITINGGAL MANTAN DINIKAHI SULTAN

Runa mengangguk. "Oh iya, kenalkan laki laki yang duduk disana itu karyawan baru saya. Dia tugasnya angkat angkat. Barangkali ada pembeli yang bawa mobil. Atau ada barang bongkaran baru. Jika kamu butuh bantuan untuk mengangkat sesuatu, panggil dia."
24.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Misteri Menara Tanpa Nama

Misteri Menara Tanpa Nama

Maka dari itu, kurasa lebih baik kita melakukan segala hal yang kita bisa, sebelum kita dicegah oleh peraturannya. “Aku tak tahu informasi macam apa yang bisa didapatkan oleh Koki biasanya, tapi sepertinya dia sudah sering menerima tugas mengantarkan makanan sejak dia pertama kali bekerja di sini... menurut Anna, mereka berdua adalah orang yang mengantarkan makanan pada rekan kerja merea yang lain setiap harinya sejak kita tiba di menara ini.” “Apakah mereka tak ikut mengantarkan makanan untuk kita?”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Perjanjian dengan sang Miliarder Tampan

Samuel menjelaskan dengan wajah tak terbaca. "Nah, ngapain muter-muter, langsung aja kamu nanya aku sudah baca koran apa belum, simple kan?" Bastian heran muter amat Samuel ngomongnya. Samuel terdiam, kini mendekap koran di dadanya, bukan satu, yang didekap itu setumpuk koran pagi, berarti Samuel memborong semua koran pagi. Memang kantor mereka berlangganan 5 koran untuk mengupdate berita berita terbaru tentang usaha mereka, tentang keadaan terkini dan yang paling penting tentang kompetitor mereka, akan tetapi yang Samuel dekap lebih dari lima.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

“Beni, buka! Aku Bagas!” Dengan lega, Beni membuka pintu. Bagas berdiri di sana dengan senyum lebar. “Kamu lagi ngapain? Kok kelihatan stres,” tanya Bagas sambil masuk. “Aku lagi mikirin banyak hal,” jawab Beni singkat. Bagas mengeluarkan brosur. “Nih, aku ada info lowongan buat kamu. Fotografer di Koran Metropolitan.” Beni menerima brosur itu. “Koran Metropolitan? Yang ternama itu?”
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
FLOWIE

FLOWIE

Dia menyapu keringat di dahinya dengan telapak tangannya. “Apa kau sedang mencari pekerjaan nona?” tanya seorang pria yang mengagetkan Flowie. Pria itu menatap koran lesu yang penuh coretan di sebelah Flowie. Dia membawa camera yang digantungkan dilehernya. “Ah, tidak,” kata Flowie menarik koran tersebut dan melipat-lipatnya menjadi kecil, kemudian memasukannya ke tas selempangnya.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Iya, Pak. Mungkin jatuh di jalan atau dia lupa naruhnya.” “Siapa temanmu itu?” “Menul Pak.” “Menul?” Andre tercekat kecil. Kembali, nama Menul mengusik telinganya. Siapa Menul. Kenapa jika ia orang pantri, Andre tidak bisa menemukannya di daftar itu? “Iya, Pak. Dia bekerja di kantor ini juga. Dia staf pantri.” “Orang pantri?” Andre tercekat. Dia sama sekali tidak mengira akan mendapat jawaban seperti yang didengarnya. “Memang kamu sering lihat dia dengan notes itu?”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Di Abaikan Suamiku

Di Abaikan Suamiku

Dengan penasaran dia memegang kartu nama dan di baca nya. “Loh… ini Koran nya kok gak di ambil ya? Tapi duit nya udah ada. Bagaimana ini? Apa seharus nya aku mengembalikan nya saja?” Tanya nya setelah sadar di tangan kiri nya masih memegang Koran. **************** “Nyonya, apakah anda ingin memberikan pekerjaan pada gadis penjual Koran tadi?” Tanya Galen, asisten nya yang duduk di depan samping supir.
9.411.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai orang yang kerjanya mengantarkan koran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status