Balada Asmara Biduan Dangdut
Si laki-laki akhirnya telah mencapai batas puncaknya, dan cairan miliknya keluar, disemprotkan ke dada pacarnya, lalu dia berkata jika ini adalah bukti cinta.
Demikianlah kencan mereka yang sedang kubayangkan, mula-mula berawal dari duduk-duduk di taman, hingga akhirnya berakhir di atas ranjang. Bagi mereka malam minggu mungkin telah berakhir, tetapi bagiku, malam minggu baru akan dimulai.
“Mas?”
“Eh?”
“Kenapa melamun?” Dewik heran menatapku.
“Ah, nggak apa-apa. Cuma lagi ngeliatin orang pacaran aja. Tuh!” Aku menunjuk kedua sejoli itu yang sedang duduk di bangku taman.