Terjebak Cinta Terlarang
aku merendah sedikit.
"Itulah yang saya maksud Dek. Dan kedatangan saya kemari, ingin meminta Adek untuk menjadi pendamping hidup saya...," ia menjeda sejenak ucapannya dengan kedua netranya menatap jauh kedepan seolah ingin melepaskan beban yang ada dihatinya.
"Maaf, mungkin saya terlalu buru-buru mengutarakannya.
Masalah kita belum mengenal satu sama lain, itu bisa kita lakukan setelah kita menikah. Istilahnya pacaran setelah menikah," ungkapnya sambil menatapku dengan tatapan yang entah ... aku tak mampu menebaknya.