I am The Real King
Apalagi bibinya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
Ken melihat arlojinya, "hm, pukul 01.44., tengah malam. Persis seperti apa yang kamu inginkan."
"Tidak. Ini sudah lewat satu jam lebih dari tengah malam. Cukup lama. Tapi aku maklum pasti aku benar-benar mengganggu waktu malam paman."
Ken salah tingkah, menggaruk leher belakangnya, "errr ya. Lumayan Erry. Paman memang... Sibuk malam ini. Tapi tak apa. Paman menganggap ini kewajiban paman."