Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN ISTRI TERSAKITI

PEMBALASAN ISTRI TERSAKITI

"Mana mungkin setiap hari harus menghadapi mereka seperti itu? "Tapi aku harus belajar hemat bagaimana dong? penjual makanan cuman itu aja masa iya aku harus masak sendiri." "Masak sendiri pun juga butuh peralatan segala macem modal awalnya juga pasti banyak." "Tapi nanti juga belanja sayur, ketemu tukang sayur eh ketemu lagi di ibu-ibu jilid itu." Rasty berdialog dengan dirinya sendiri. "ARRRRGGGH!"
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
TERIMA KASIH MEMINTAKU BEKERJA, MAS

TERIMA KASIH MEMINTAKU BEKERJA, MAS

Rasanya tak tegakalau itu terjadi. Menunggu Tia pulang, kegiatan rutin setelah memasak adalahmembersihkan halaman rumah. Daun-daun kering berjatuhan hingga membuat tanahtertutup. Banyak pohon di halaman rumah, seperti pohon rambutan tiga batang,mangga dan matoha yang menjulang tingggi dan berbuah lebat. Bahkan semenjak disini, Tia tidak pernah jajan seperti di kota yang keluar masuk minimarket. Ia bisamenyesuaikan dengan keadaan. Bahkan uang lima ribu jajan sekolah masih tersisaseribu rupiah untuk dimasukan ke celengan bambu yang dibuatkan Bapak.
10113.5K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
BUKAN ISTRI LEMAH

BUKAN ISTRI LEMAH

Aku memberikan uang sebagai DP, setelah semuanya selesai, barulah aku akan melunasi semuanya meskipun akhirnya saldo di rekeningku langsung habis tapi tak masalah, karena tanah bisa sangat berguna suatu saat nanti. *************** Pagi hari, setelah mengantar Melati sekolah, aku hendak memasak untuk makan siang, tapi sayangnya begitu membuka kulkas, tidak banyak bahan makanan yang masih tersisa. Sepertinya aku harus berbelanja beberapa bahan makanan di pasar baru nanti siangnya aku bisa ke cafe untuk mengontrol jualanku disana.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

Ada beberapa pohon pepaya, pisang, singkong dan aneka sayuran, hampir semuanya gundul karena tidak sembat tumbuh apa lagi berkembang. "Woy, ngelamunin apa?" tanya Rania. Dia mengukurkan uang dua puluh ribu rupiah. "Makasih, ya! Lihat itu, lho, kasihan sama taneman, sudahlah botak, kurus kering, kok ya masih bertahan saja, kenapa gak mati sekalian biar gak didzolimin sama ibu mertuaku," kata Lina. "Halah, malah ngasihanin taneman, kasihan sama diri sendiri, kamu itu lho sama persis sama taneman, bedanya kamu gak gundul aja, soal ngenesnya ya, sama."
103.3K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

BANGKITNYA SANG MENANTU HINA

Dengan beliau meminjam dari bank makanya kami bisa merasakan punya rumah sendiri walaupun hanya rumah sederhana. Dan ibu, tidak mudah tentunya mengatur uang belanja yang tidak seberapa itu dengan jumlah tanggungan yang banyak. Sering ibu mengolah makanan dari mencari kangkung di sawah atau genjer. Jantung pisang atau daun ubi sudah tersedia di halaman belakang rumah. Sayuran itu semua di tanami oleh bapak di saat beliau ada waktu senggang.
9.523.8K viewsCompletedAdded to Library 713 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

“Kau harus bayar. Aku menyelamatkanmu.” Arga memusatkan seluruh kebingungannya ke arah Asta. “Dengan apa aku harus membayar?” “Makanan.” “Aku bahkan tidak punya makanan.” Asta mendesah panjang—sangat panjang, seperti orang tua yang kecewa pada anak umur lima tahun yang gagal memahami matematika dasar. “Kau ini benar-benar… repot.” “Aku tidak minta diselamatkan dengan syarat aneh begitu!”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
AKU (BUKAN) WANITA KEDUA

AKU (BUKAN) WANITA KEDUA

Taplak meja dengan bahan rasfur berwarna cokelat muda menutupi permukaan meja yang dilapisi kaca. Yang menarik perhatian Wulan adalah sebuah pot yang berisi tanaman lidah mertua ada di atas meja. Walaupun tanaman ini tak perlu disiram setiap hari, namun tetap saja sesekali tanaman dengan jenis pagoda ini harus dikeluarkan untuk mendapatkan cahaya matahari. Fotosintesis harus tetap terjadi agar tanaman itu mampu menghasilkan makanan sendiri.
511.6K viewsOngoingAdded to Library 324 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
Rahasia Gadis Mafia

Rahasia Gadis Mafia

Pria itu berdiri dan meninggalkan uang 500 ribu Rupiah di atas meja untuk membayar makanan yang mereka pesan meskipun jumlah menu yang mereka pesan tidaklah sebanyak itu nilainya. Mazaya berpikir cepat, ia membayangkan penderitaan hidupnya dan ibunya. Toh pekerjaannya selama ini hanya cukup untuk membayar hutang, bahkan terkadang masih kurang dengan besarnya bunga yang para rentenir itu terapkan. Mazaya dengan bulat mengambil keputusan. "Tunggu! Gue menerima penawaran lo!" seru Mazaya dengan mantap. Pria itu berhenti, lalu berbalik dengan wajah tidak percaya.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 95 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
Gairah Terpendam Suami Kontrak

Gairah Terpendam Suami Kontrak

“Dibagi-bagi itu kalau uangnya ada banyak, ini saja sedikit mana bisa dibagi sih, Ryl?” “Makanya tahan diri, jangan jajan. Lebih baik kamu beli sayur mayur lima atau sepuluh ribu dan kamu masak, hasilnya bisa buat makan kita seharian!” Yura berdecak. “Aku tidak selera makan menu sederhana seperti itu, Ryl.”
1075.4K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
Happy Ending

Happy Ending

Tamara bisa merasakan perasaan para petani buah dan sayur itu saat mereka dengan wajah bahagia memetik tanaman mereka. Dimana tanaman yang mereka tanam sebagian kecil akan mereka komsumsi dan sebagian besar akan mereka jual dan menghasilkan uang. Bekerja seperti itu pun sudah cukup membuat bahagia meskipun pendapatan yang tidak begitu besar, namun akan terasa begitu nikmat jika disyukuri.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as pagar makan tanaman
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status