Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Kang Arya mencoba mengembalikan sifatnya dari yang sebelumnya dimana ia sangat humoris dan hangat. "Yang benar, pendekar kesiangan!" Wildan menambahkan argumennya dengan santai. "Kalau memang kita bisa menjadi pahlawan buat sahabat kita, ya kenapa tidak? Toh, Ki Sapta Aji bisa kita percaya." Tondo terlihat mulai kesal dan berdalih seolah menolak mentah-mentah tuduhan tak berdasar kedua kawannya yang menganggap ia asal mengeluarkan pendapat.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

16. Dua Pahlawan Kesiangan "Kok jongkok di sini?" "A-aku takut." Gangga terbata. Adam mematikan mesin motornya dan membantu Gangga berdiri. Akan tetapi, beberapa motor melalui jalan itu dan membuat Gangga kembali takut. "Kamu kenapa sih?" "A-aku ..." Belum sempat Gangga menyelesaikan kalimatnya, beberapa motor kembali melintas dan membuatnya takut. Adam pun mengajaknya ke HIMA sastra Jerman yang lebih sepi.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
JEBAKAN CINTA CEO PLAYBOY

JEBAKAN CINTA CEO PLAYBOY

"Lalu aku harus apa? Histeris? Menangis tersedu-sedu seperti semua wanita yang dalam adegan penculikan?" "Yah begitu lebih baik dari pada seperti tadi yang hanya diam saja. Setidaknya aku bisa merasa seperti pahlawan," kekeh Zaf. "Pahlawan kesiangan? Kamu saja tadi nyaris tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri apalagi menyelamatkanku," dengus Shine. Zaf sempurna terdiam kemudian mengalihkan tatapannya ke samping. Berjanji dalam hati kalau kejadian seperti tadi tidak akan terulang lagi.
1053.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Kata-kata wanita bergaun hitam terus bergaung: “Kau bisa jadi pahlawan yang sejati, bukan hanya penjaga.” Kael menggertakkan gigi. “Tidak… aku bukan pengkhianat,” bisiknya pelan. Tapi entah mengapa, keraguan terus menggerogoti hatinya. 2. Tebing Tak Berujung Mereka tiba di sebuah tebing curam. Jalannya terputus, hanya ada jembatan gantung tua yang terbentang rapuh di atas jurang dalam yang dipenuhi kabut.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

1 Set Perlengkapan Petualang Khas Seltsam Pioneer Warna Putih (Resmi) Tas Ransel Tenda (Biasanya Tidak Pernah Dibawa Kemanapun) Buku Catatan Jurnal Perjalanannya Pedang Mistik Tak Terlihat Khas Ashdrift Kerabat : Igares Sang Dewa Kegelapan (Panutan) Para Seltsam Pioneer (Kolega) Azzo El-Hasan (Murid) ------------------------------------------------- Mohon maaf karena berantakan menyusunnya. Ukuran media menulisnya ternyata lebih kecil dari yang saya bayangkan. Mohon dimaklumi atas keterbatasan saya. Dan mohon maaf juga sering terlambat update karena beberapa minggu ini masalah sering sekali datang secara tidak terduga. Kata-kata hari ini "Tetaplah bersinar di tengah kegelapan. Dalam setiap p
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)

Ia tidak lagi mencari pengakuan, tidak lagi mencari tujuan, hanya berjalan, tanpa suara, tanpa harapan. Di suatu tempat dalam kehancuran ini, ia bertemu dengan seseorang yang tidak perlu diperkenalkan. Orang-orang menyebutnya "Penghakim." Mereka semua tahu kisahnya, bagaimana ia menyalakan api pemberontakan, bagaimana ia mengadili mereka yang berkuasa dengan cara yang paling brutal, bagaimana ia menghancurkan kerajaan yang ia anggap sebagai akar dari segala kebusukan dunia. Pahlawan tahu siapa dia. Tapi yang tidak ia pahami adalah mengapa mereka berdua, yang seharusnya berada di dua sisi yang berlawanan, kini berjalan di jalan yang sama.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Ia adalah Refleksi Kekacauan. Ia muncul setiap kali dunia terlalu miring ke satu sisi baik terang maupun gelap. Dan kini, karena tiga pahlawan yang pernah menghilang mulai diingat kembali, dunia perlu membayar dengan membuka kembali luka lama. --- Saras menulis semua ini di blognya, dan tulisan itu menjadi viral dalam sehari. Tapi tidak semua orang mempercayainya.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Tok tok tok "Siapa itu?" "Ini aku," "Sebutkan password-nya," "Menembak dua burung dengan satu batu, membuatnya jatuh secara bersamaan," "Okay, kata sandi benar. Sebentar," Terdengar derit pintu yang dibuka, menampilkan seorang gadis berambut platina dengan mata bulat berwarna amber terang, sama seperti milik Kai. "Oh, Rupanya itu kamu, Kai.Aku kira Zee yang datang."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
RAJA TANPA TAKHTA

RAJA TANPA TAKHTA

“Itu adalah pilihan yang paling sulit yang pernah kubuat. Aku kehilangan segalanya—keluargaku, kehormatanku, dan tanggung jawabku sebagai penjaga rahasia. Sejak saat itu, aku bersumpah untuk tidak pernah membiarkan hal itu terjadi lagi. Dan itulah sebabnya aku melatihmu.” “Tapi bagaimana jika saya gagal, Guru?” tanya Mukhayyam, suaranya penuh kekhawatiran. “Bagaimana jika saya tidak cukup kuat untuk melawan Penguasa Kegelapan?” “Tidak ada yang salah dengan kegagalan, Mukhayyam,” sahut Juru Uji. “Yang salah adalah menyerah. Kegagalan adalah bagian dari perjalanan, dan dari setiap kegagalan kau akan belajar menjadi lebih kuat. Ingatlah, yang membuat seseorang menjadi pahlawan bukanlah ketidaks
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Untuk Sang Dosen

Benih Rahasia Untuk Sang Dosen

Ya Tuhan, harusnya dia tidak perlu bersikap seperti pahlawan kesiangan. "Ayo, Bu Kia," ucap Anita. "Sekali lagi saya minta maaf, Pak," kata Kiana lagi pada Ghazlan. Lunglai dia mengikuti langkah Anita. Barulah ketika dia sampai di rumah yang dia tempati, dia berlari ke kamar dan berteriak histeris di sana. "Menyebalkan!" °°°
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai pahlawan kesiangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status