Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nikahi Aku Sehari Saja

Nikahi Aku Sehari Saja

Istrinya melotot, tapi putranya malah asik menyindir. "Dari TPA mana kamu?" tanya Amba memicing mata melihat penampilan kacau putranya. "TPA? Maksud mama, TKP?" Gian mengoreksi. Mungkin saja mamanya salah sebut. "TPA! Tempat Pembuangan Akhir. Wajar mama nanya kayak gitu. Kamu datang kucel begitu?" sindir Amba lagi.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as pak ambatukam
Read
+Library
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

ajak Resi Sabda Jati kepada Bisawarna. Bisawarna kemudia berjalan mengikuti Sang Bopo menuju area latihan memanah di ujung padepokan, di bibir pantai selatan. Setiba di tepi pantai, Resi Sabda Jati menunjuk kawanan burung camar yang sedang terbang, berburu ikan di lautan. “Lihatlah kawanan burung camar itu!” perintah Resi Sabda Jati.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as pak ambatukam
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

“Apaan, sih. Freak banget” “Ciee ciee..” ucap Kanza sembari menaruh makanan mereka. “Gue sebenernya udah kelar dari tadi, tapi gue gamau ah jadi nyamuk. Gimana rasanya jadi nyamuk, Al?” lanjutnya. “Hah? Emang tadi ada kejadian apaan?” “Yee, fokus banget ya lo ngeliatin si nomor 15 sampai melewatkan moment yang hiiiihhh” Ujar Kanza.
2.9K viewsOn holdAdded to Library 106 Times as pak ambatukam
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

tanya Lex akan berusaha melakukan lobi terlebih dahulu. Cita sedikit kaget mendengar suara Lex memanggil namanya. Sejak kapan pria itu sudah duduk di hadapan Cita? Apa Lex juga sudah mendengar semua cerita Cita barusan? Mengapa ia tidak menyadarinya sama sekali. “Firma Pamungkas,” kata Cita masih sesenggukan. “Papa David, biasa konsultasi semuanya langsung ke pak Abimanyu.”
9.838.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pak ambatukam
Read
+Library
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

“punya kamu gede juga ya mbar, sering dimainin sama pak Joko ya? Tanya Sada mengintrogasi. “Huss ngawur kamu mas, emang kalau tete sering dimainin bisa jadi gede apa ? Sini hidung kamu aku mainin gede nggak lubang hidung kamu hilang iya haha” jawab Ambar tak terima saat membahas asal usul tete Ambar yang besar. “Kenyal banget mbar aku suka, tapi kenapa rasanya yang sebelah kiri manis dan yang sebelah kanan enggak ya mbar?
107.3K viewsOngoingAdded to Library 278 Times as pak ambatukam
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

" Roman mengerutkan keningnya, melihat Siska tengah sibuk mencari sesuatu yang berada di dalam tasnya. "Ini Paman, oleh-oleh dariku!" "Sarung?" "Ya, itu sarung batik dari Pekalongan, aku pas melihat itu teringat Paman, jadi aku beli saja!" Roman menjadi salah tingkah saat Siska mengatakan mengingat dirinya. Dan di saat yang bersamaan Ardian menyipitkan kedua matanya melihat tingkah Roman. “Sepertinya pria ini sedang jatuh cinta!”
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 318 Times as pak ambatukam
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

sapa seorang pria setengah baya dengan sangat ramah. Kama membalas senyuman itu dengan anggukan sementara matanya mengawasi karung besar berisi tebu yang di gendong pria itu. Mata tajam kama mengawasi sekeliling. Semuanya berjalan dengan lancar, mungkin tiga jam lagi sampai di pukul sepuluh pagi sepertiga lahan tebu akan selesai di panen. Kama memutuskan untuk beranjak. Ia berjalan menuju jalan aspal. Jalur perkebunan ini dilewati oleh jalan utama menuju desa dan juga menuju kota, tepatnya menuju pelabuhan. Kama bisa menghitung jari, berapa banyak kendaraan yang lalu lalang. Tidak sampai sepuluh. Itupun mobil yang membawa banyak penumpang.
554 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as pak ambatukam
Read
+Library
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Arga terdiam, ikut mengambil salah satu berkas yang sedang dibuka Satria. “Semua berkas yang disimpan Prabu ini memastikan bahwa sahabat kita memang bagian dari sistem lama ini. Perusahaan Prabu dipinjam untuk melakukan belasan transaksi pengiriman uang dari bisnis ilegal di Indonesia ke luar negeri.” Satria menghela napas. Ia membuka map kedua. Nama Anton tercetak jelas di sampulnya. Dokumennya lebih sederhana. Tanpa kode DL di pojok. Tanpa routing internal.
10254.5K viewsOngoingAdded to Library 6.1K Times as pak ambatukam
Show Reviews (119)
Read
+Library
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Read All Reviews
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Ponsel itu lalu direbut oleh Ronco. “Iya loh, nih ada tulisannya asam amino yang terkandung pada kerang adalah hasil akumulasi logam berat di biotanya,” ucap Ronco membaca tulisan di ponsel Wandi. Wandi lalu dengan segera merebut kembali ponselnya. “Kita harus temui orang yang lumpuh itu,” ucap Wandi. “Ehm.. Teman-teman. Kayanya kalian harus mendengar ini,” ucap Lili kemudian.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 202 Times as pak ambatukam
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status