Istri Nakal Mas Petani
kata Pak Gagah melambaikan tangan pada pengantar kasur.
“Aku mau datang ke rumah Ketua Tani, tapi belum sempat, Pak.” Wira tinggal berdua saja di kamar itu bersama Pak Gagah.
“Nanti aja, Gus. Selesai acara ini kamu bisa bereskan. Ngurusnya satu-satu. Ambil seprai baru di dalam plastik itu. Katanya beli kasur dapat bonus seprai dan bantal-guling. Minta istrimu pindah ke sini.” Pak Gagah bangkit dari ranjang berdiri di pintu memandang Wira yang belum bergerak. “Kamu nunggu apa lagi? Atau panggil istrimu buat sama-sama pasang seprai. Kan, buat tidur sama-sama juga.”