Sang Pewaris
Berbagai macam hal berkecamuk di pikiran, ketika tanpa sengaja netraku bertumpu pada sosok pria ber-Jas, yang entah sejak kapan ada di ruangan ini.
“Maaf, Bapak siapa? Bapak mengenal ibu saya?” Aku mendekati pria itu dan bertanya dengan sopan.
Pria itu menarik sedikit sudut bibirnya, mengulurkan tangan lalu berkata, "Saya Lukman, suruhan orang yang dihubungi oleh Uwakmu tadi.
“Suruhan?” Aku tak paham maksudnya.
“Ehm, maksud saya, saya sopir Tuan Hutomo dan saya tidak bisa menjelaskan lebih dari itu. Saya mohon maaf!” Pria yang mengaku bernama Lukman itu sedikit membungkuk setelah selesai berbicara.
Hot Chapters