Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Kau tidak seharusnya ada di sini. Anak itu adalah milikku.” Lila mundur ketakutan, memeluk Arga lebih erat. “Siapa kau? Apa yang kau inginkan?” Wanita itu melangkah mendekat, tubuhnya tampak melayang di atas tanah. “Aku adalah salah satu dari mereka yang kau tinggalkan. Aku adalah tumbal yang kau abaikan. Sekarang, aku datang untuk mengambil hakku.” Tumbal Purnama
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Dua-duanya boleh, tapi kan aku juga mau berjemur, memang kamu aja yang mau. Di rumah Gia nggak bisa. Ayo ah.” “Berdoa aja nggak ada ulat bulu, Nayara.” “Alah, paling ulat kamu yang reseh.” “Enak aja ulat! Ular tuh.” “No pic, hoax.” “No pic?” Manggala menaikkan sebelah alis. “Kamu sudah bisa lihat dan pegang loh. Bahkan sudah bisa merasakan langsung cara kerjanya. Kan kamu yang belum mau ngelihat piaraan aku itu.”
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 906 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

pinta Katon dengan suara sedikit terbata. “Oi! Kau biru nomor dua. Panggilkan Kino. K I N O. Paham gak kamu?” Stuart berkata pada salah satu wakil Palmera. Pria itu hanya menatap marah pada Stuart. “Dasar manusia terbelakang!” Stuart bergerak mundur dan akan menendang wakil Palmera ketika tangannya sibuk menodong kepala suku. “Stu! Jangan! Jangan bikin makin runyam!” Morgan mencegah tindakan anarkis Stuart.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 30 : Oppa Meresahkan Ponsel di tanganku berdering, mau tak mau aktifitas menari-nari ala penari balet ini terhenti mesti dua putriku masih tetap berputar-putar dengan sambil berpegangan tangan. Eh, ini Zidan. Kulihat nama teman kolabku itu terpampang di depan layarnya. Aku duduk di sofa dengan untuk mengontrol pernapasan yang kini jadi ngos-ngosan.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
SKANDAL SANG PENGUASA

SKANDAL SANG PENGUASA

sahut laki-laki jangkung yang bernama Johan itu dengan keras, hingga terdengar oleh Julie yang baru keluar dari ruang meeting “Maksudnya apa?” Julie mengomentari ucapan rekan kerjanya. Wanta bergincu merah memelototi laki-alki jangkung yang tidak bisa mengontrol voume suaranya. “Awas kamu ya!” Kemudian mereka berbalik menghadap Julie.
1069.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
SKANDAL PANAS NONA MUDA

SKANDAL PANAS NONA MUDA

Kata Armando. "Tunggu dulu, Tuan. Bukan bermaksud ikut campur. Tapi Pallet Paradise akan tetap berada di bawah kepemimpinan Nona Ivana Moonstone." Isandro menyela. "Kenapa?" Amelia bertanya, terlihat sekali jika gadis itu bodoh. Isandro tersenyum sinis penuh ejekan. "Sebab pinjaman tadi menjadikan Pallet Paradise sebagai jaminan. Sepaket dengan pemimpinnya. Jadi jika bukan Nona Ivana yang memimpin, Pallet Paradise akan langsung kami akuisisi."
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

gertak sang centeng dengan tatapan mata yang melotot garang. Jack Palijau melangkah maju, berdiri di depan Bhaskoro dengan dagu terangkat angkung, memamerkan arloji emas murni di pergelangan tangannya yang berkilap, seolah mau bilang siapa yang paling berkuasa di sini. "Kamu tidak tahu siapa aku, hah? Berani sekali orang biasa macam kamu menampung wanita buruanku," cetus Jack Palijau dengan nada suara yang meninggi.
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

canda Karel. "Blasteran Purwokerto sama Banjarnegara," jawab Alexa tanpa ekspresi. "Daerah ngapak, puol," lanjutnya lagi. "Kok kamu nggak ngapak?" goda Karel. Dengan menarik nafas panjangnya dan menghembuskan perlahan, Alexa pun menjawab pertanyaan Karel, "La kepriben, nyong kok dikon ngapak, ora ngandel apa, ne' nyong kie wong ngapak?"
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Tiga Bayi Sang Mafia

Tiga Bayi Sang Mafia

Beno mencolek pinggang Cakra hingga tanpa sengaja dirinya menyikut Pasha hingga ponselnya jatuh beruntung tidak pecah dan Pasha sigap menangkap dengan kakinya. "Gile lo, Cakra, kalau ponsel gue ini pecah bagaimana? Masa gue ganti lagi ponsel gue. Ale, lihat nih bojomu, jahat bener main sikut aja, sakit tau," adu Pasha kepada Alena yang saat ini memicingkan matanya semakin tajam dan terlihat dia memegang baju dan meremasnya.
10117.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai pala kontol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status