Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

Nayla sengaja meninggikan suaranya, agar semua mendengar. Kerumunan sontak heboh. “Ya Tuhan… dia putra Surya Mahendra itu…” pekik salah seorang tak percaya. Bisik-bisik langsung memenuhi udara. Nama besar Surya Mahendra yang kelam kembali jadi buah bibir. Telinga Rini terasa panas, wajahnya memerah menahan malu sekaligus marah. “Awas kau!” desisnya penuh dendam sebelum bangkit dan pergi menjauh, meninggalkan tatapan orang banyak yang kini menusuk dirinya.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

ucap Cakra Buana. "Luar biasa mengenaskan! heh heh heh!" sambung Ki Marga di susul tawa mereka semua termasuk Gandi dan Sekar Asih. Sanjaya semakin bingung harus berkata apa. Dia hanya menunduk dan tersenyum malu. *** (Bagi yg penasaran kisah Gandi silahkan kunjungi K@rya K@rsa dg judul Pendekar Kilat Neraka)
8.961.9K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

“Kau sukanya rasa apa, Ren?” “Cappucino cincau.” “Bungkus! Sekarang, kau pergi ke ruang perawat jaga, lalu minta diinfus sepertiku! Jangan lupa bilang yang rasa Cappucino cincau ya.” Varen dengan tanpa sungkan menepuk lengan kiri Dio, lantas tertawa dengan kencangnya. “Karena aku baik, gimana kalau buat kau saja. Ini nih, punggung tanganmu yang satunya masih nganggur,” canda Varen.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Dekapan Panas Kakak Ipar

Dekapan Panas Kakak Ipar

Tak ingin merusak pagi indahnya, Alena lebih memilih turun kembali sekedar membuatkan sarapan untuk Aston. Suasana dapur masih senyap. Alena tahu, mungkin Bik Arum dan pelayan lainnya masih di belakang, atau mungkin pergi ke pasar. Dengan jemarinya yang cekatan itu, Alena tampak cekatan mengolah beberapa bahan yang sudah ia bersihkan dari rak kulkas. Rencananya, Alena pagi ini akan membuatkan capcay sayur, crispy udang saus asam manis, dan cuci mulutnya hanya potongan buah. Alena rasa, menu sederhana itu pasti akan membuat Iparnya merasa bahagia.
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 306 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Like a Fairy Tale

Like a Fairy Tale

ucap Aciel sambil melihat ke jendela depan kemudinya. “Iyah, dan keren sekali banyak capung yang berterbangan. Pasti di malam hari akan banyak kunang-kunang,” seru Aredel ketika melihat capung yang berterbangan di sekitar rawa. Mereka terlalu fokus memperhatikan apa yang ada di depan mereka, hingga mereka tidak sadar kalau di belakang mereka ada makhluk berwarna hijau, memegang sebuah kapak besar, sedang memperhatikan mereka dengan tatapan marah.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Waktu berganti sore. Tiba saatnya Pak Pitoyo untuk kembali dengan kapal yang sudah menantinya di dermaga. Ini sudah pukul 16.30, di mana kapal terakhir akan menyeberang dari Pulau Pahawang menuju Dermaga Ketapang di Pesawaran, Lampung. Seluruh peserta KKN mengantar Pak Pitoyo hingga dermaga kecil di Pulau Pahawang ini menggunakan motor pinjaman masing-masing. Pak Pitoyo pun berpamitan dan ia pun pergi berlayar.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 253 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
CAP PELAKOR

CAP PELAKOR

goda Dita. Melisa mengernyitkan kening kembali, "Pergi? Apa maksudnya, Bu?" "Lho Pak Ardan tidak bilang ya, Bu? Hari ini kan ada rapat antar kepala sekolah di luar kota," jawab Dita.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

'ini si judulnya mantan istri suamiku menjadi Sepupuku. Pandangan Mas Lengga menatap kosong. Berulang kali dia mengusap matanya yang hendak mengeluarkan buliran bening dengan tangannya. Tatapan sendu dia arahkan pada Sinta. Sungguh membuat hatiku panas tersulut cemburu. Untuk menyadarkan dari tatapannya, aku mencubit kencang pinggangnya hingga dia mendengus kesakitan. "Aww," pekiknya. Tidak ingin lebih lama berada diantara mereka, kami segera mengambil foto untuk sebuah kenangan.
5.5K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Ada sebuah danau indah yang sangat luas membentang. Orang-orang menyebutnya dengan nama Danau Lut Tawar. Konon pula, di dalam danau itu bersemayam makluk-makhluk bunian yang berusia hampir ribuan tahun. Mata Cempaka tak putus memandang keindahan alam itu, angin bukit turun membelai wajahnya yang sarat akan kesedihan. Ia mengelak ketika merasakan sentuhan tangan Daalen di rambutnya.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 67 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

teriak ku memanggil-manggil Nenek Uban ketika sudah sampai di sungai. Aku berteriak-teriak memanggil Nenek Uban karena kulihat di sungai itu sepi tak ada seorangpun di sana, dari kejauhan kulihat batu besar di tengah-tengah sungai itupun tidak ada penunggunya. Yah Nenek Uban adalah makhluk halus penunggu batu besar sungai ini sebelum aku bertemu dengannya dia tinggal di batu besar itu.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as pancuran kapit sendang
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status