Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Panggung itu seolah bernapas untuk pertama kalinya. “Panggung ini adalah wajan raksasa,” gumam Mbah Soto, matanya terpejam. “Dia harus panas bukan karena api, tetapi karena niat.” “Niat kita murni,” sahut Mak Rendang, matanya menyala-nyala. “Niat kita adalah untuk membakar habis semua kebohongan.”
915 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

“Aku nggak mau dunia tahu aku beli kamu.” Lara peluk Rian. “Papa… aku nggak peduli uang. Aku cuma mau nyanyi bareng.” Naya peluk Rian erat. “Kita umumkan bareng—di panggung tur Asia 2 opening Jakarta. 45.000 penonton.” Rian angguk pelan, mata penuh badai. “Kita bawa hujan—tapi kalau dunia tahu, aku takut kamu pergi.”
809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
Terjerat Daun Muda

Terjerat Daun Muda

Mereka beralih memandangi pintu masuk utama, di mana sekelompok orang berpakaian ala pendekar Tiongkok berada. Musik tiba-tiba mati dan digantikan bunyi drum yang dimainkan Panglima dari sisi kanan panggung. Ivan menimpali dengan saksofon. Ditambah gesekan biola Aline Anargya dan Chesta Kalingga. Linggha berduet bermain gitar bersama Hadrian. Giandra mengiringi dengan petikan bas nan rapi. Ditambah duet kedua pemain keyboard, yakni Trevor dan Kimora, kian menambah keseruan lagu khas Tiongkok tersebut.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA

"Tuan Zhao, saya sendiri adalah buktinya...." "Mungkin dia berhasil mengobatimu karena dia hoki!" potong Tuan Besar Zhao lagi. Matanya yang licik menatap kerumunan. "Lihatlah produk keduanya, apa itu? Pill Penguat Tulang Baja? Seratus ribu dolar untuk sebutir kapur yang dicat? Ini bukan apotek, ini adalah skema penipuan termahal dalam sejarah kota Shanghe!" Mendengar provokasi dari sang 'Singa Bisnis', para tamu undangan mulai berbisik-bisik. Bahkan keraguan mulai merayap di wajah para konglomerat.
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Dewa Pedang

Kembalinya Sang Dewa Pedang

Jubah hitamnya yang berhiaskan benang emas berkibar lembut terkena angin, memberikan kesan sosok yang berwibawa dan misterius. Sekeliling panggung terasa seolah terputus dari hiruk pikuk kota. Di sana, hanya ada Tuan Wu dan orang kepercayaannya. Di luar panggung, hiruk pikuk suara warga dan pengunjung yang bertanya-tanya memenuhi udara, tetapi di atas panggung, hanya keheningan yang mendominasi. Seakan dua dunia yang terpisah oleh batas tak kasat mata.
9.527.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai panggung impian tiongkok
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Yzuki_
hai... ceritamu bagus! mungkin kah kamu juga tertarik dengan ceritaku? mungkin sedikit berbeda dari yang lain. cerita fantasi lokal di dunia modern. tokoh utamanya anak SMA kembar cewek cowok. semoga kamu tertarik, terimakasih
Baca Semua Ulasan
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Negara pun tidak membatasi warga daratan Tiongkok untuk datang ke Hongkong menemui kerabat, yang berarti kebijakan ini akan perlahan-lahan semakin terbuka. Penasaran, ia bertanya, “Kamu belajar menari jenis apa?” “Jenis yang paling sederhana,” Jiang Xi berbisik di telinganya, “tari tempel-tempel. Kamu hanya perlu memelukku dan mengikuti langkah kakiku saja.” Ye Chenfei yang sudah agak mabuk, ditambah nama “tari tempel-tempel” yang terdengar sangat menggoda, langsung merasakan darahnya mendidih.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Saat cahaya memudar, semua orang dengan penuh harap melihat ke arah sana. Di atas panggung, berdiri seorang pria muda tampan berbaju putih. Tong Chen tampak pucat dan sangat depresi. Para rival lamanya, yang pernah ia taklukkan, kini telah sepenuhnya melampauinya, sebuah perubahan yang belum bisa ia terima untuk sementara waktu. Dari kejauhan, seorang tetua dari keluarga Cang melihat pemandangan ini dari sebuah paviliun dan mendengus dingin.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

Ini lebih menegangkan dari medan perang yang pernah dia datangi. “Jika Anda membutuhkan sesuatu, beritahu saja pelayan. Mereka akan membantu.” “Sebenarnya, saya tidak suka merepotkan orang.” Tatapan Aiden mengeras, “Pingsan di tengah pesta pernikahan bukan hal yang sepele,”ujarnya tajam. “Ah, saya memang bertubuh lemah, maafkan kekurangan saya ini Tuan.” Hazel berujar sopan,
507 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Namun, pemuda itu memilih untuk pura-pura tidak tahu. Acara penobatan itu ditutup dengan penampilan salah satu kelompok opera terkenal di Beijing. Su Liang adalah penggemar berat dari opera Tiongkok. Hampir setiap pertunjukan yang memadukan kemampuan seni drama, menyanyi, tari dan juga bela diri itu dilaksanakan, Su Liang tidak pernah absen. “Ayah dulu selalu menonton opera seperti ini setiap kencan dengan Ibumu,” bisik Su Liang kepada Su Li. “Apakah Ayah juga suka menonton ini bersama wanita itu?”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

Meiling mengenakan cheongsam modern berwarna merah darah yang memeluk lekuk tubuhnya yang sempurna, menonjolkan kaki jenjang dan aura otoritas yang dingin. "Tuan Muda Wijaya," suara Tuan Chen terdengar serak namun berwibawa. "Anda telah menaklukkan Tokyo. Sebuah prestasi yang luar biasa bagi pemuda seusia Anda. Tapi Tiongkok adalah naga yang berbeda. Kami tidak suka ada orang asing yang mencoba mengatur bagaimana uang beredar di tanah kami."
707 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai panggung impian tiongkok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status