Asmara di Kehidupan 303
Raja Akhirat berdiri memberi hormat, begitu juga dengan para pengawal di sekitarnya.
Hanya Panglima saja yang tetap berlutut tak memberi hormat. Panglima justru menatap sang dewa dengan tatapan benci yang teramat dalam.
Dewa yang rambut, jenggot dan kumisnya semua berwarna putih itu menjura, membalas memberi hormat. Matanya melirik ke arah Panglima yang masih menatapnya tajam. Sejujurnya, Dewa Pengatur Nasib tak tega melihat koleganya dulu di istana langit mendapat hukuman yang begitu berat. Tapi, tugas dari kaisar langit sangat jelas, kesalahan yang dilakukan Panglima juga bukan main-main, dia tak punya pilihan selain harus menjalankan titah penguasa langit itu.
Hot Chapters