Rumah Atmaja
ucapku lantang.
“Ya, ya, ya, untung cinta akunya. Jadi, bisa sabar menghadapi kamu, Ly.”
“Gombal.”
“Biarin. Lagian gombalanku cuma buat kamu,”
Kami terus berdebat unfaedah. Dari membahas gombalan, masa lalu, masa kini dan banyak lagi.
“Haduh! Kita lagi bahas apa sih, Ly? Kenapa harus debat terus?”
Bab Populer