Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Istri Kampungan

Pembalasan Istri Kampungan

ucap pria berkepala botak tersebut, sambil menyerahkan selembar kertas pada wanita yang ada di hadapannya. Nara membaca sejumlah angka yang tertera di kertas itu, hingga mulutnya kembali terbuka dengan napas yang kembali tercekat. "Seratus juta?" tanyanya tak percaya. "Iya, benar. Itu adalah nominal gabungan sisa hutang suami Anda, berikut dengan bunganya!"
1023.5K viewsCompletedAdded to Library 776 Times as pantun gombalan
Read
+Library
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

jawab Rain cepat, bibirnya tersenyum kecil penuh gombal. “Gombal, deh...” Gendis tertawa pelan. “Mau jajan apa, Sayang?” tanya Rain, nada suaranya dibuat manja, seolah tadi bukan ia yang mengantar maut seseorang. “Beliin kacang rebus lagi!” pinta Gendis, matanya berbinar sederhana. “Siap. Kalau ketemu bapak yang kemarin, saya beliin deh,” jawab Rain sambil tersenyum penuh kasih.
10502.4K viewsCompletedAdded to Library 18.1K Times as pantun gombalan
Show Reviews (45)
Read
+Library
Zizizaq
Kakak Author ini ceritanya bagus-bagus. Suka semua. BTW aku juga Author, tapi masih keren kamu. Salam kenal, Kak. Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yg menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Betewe suka ceritanya kakk daraa...... makasi kakkk
Read All Reviews
Gadis Cantik Dan Om Ganteng Kaya Raya

Gadis Cantik Dan Om Ganteng Kaya Raya

Ingatan masa lalunya menghantam keras: suara cambukan, tubuh ringkihnya dipaksa menelan sisa makanan, bau apek gudang gelap tempat ia dikurung, dinginnya malam saat ia dibuang di pinggir kota. Tangannya bergetar saat akhirnya ia menjawab. “Sejak ibu meninggal… aku hanya jadi pelampiasan. Ayah dan istri barunya menyiksaku. Kadang aku hanya makan sisa mereka. Aku dipukul, dikurung, bahkan… pernah dibuang seperti sampah. Kalau bukan karena Om Frans, mungkin aku sudah mati.” Suasana ruang tamu mendadak hening. Napas semua orang tertahan. Air mata jatuh di wajah Pak Aditama,sosok tua yang selama ini disegani, kini tampak rapuh.
719 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

cecar Uma lagi. “Kapan ya…” Genta pura-pura berpikir. “Aku lupa sejak kapan. Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya tidak mencintaimu karena rasa cinta itu sudah terlalu lama menetap di hatiku," imbuhnya puitis. “Gombal, ih!” Uma pura-pura mencibir, padahal hatinya berbunga-bunga. “Kok gombal sih? Cintaku padamu itu seperti senja yang menunggu malam—akan dan selalu kutunggu hingga saat itu tiba.”
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 519 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Kembalinya Sang Pangeran

Kembalinya Sang Pangeran

Xiumei hilang keseimbangan, nyaris menabrak rak buku kecil sebelum akhirnya berdiri tegak lagi dengan dada membusung dan wajah bangga. “Bagaimana, Nyonya? Tuan Gu menyebutnya dengan jurus ‘Elang Menyambar Langit’,” katanya sambil tersenyum bangga. Jiali memandangi Xiumei beberapa detik, matanya menyipit. Lalu ia bersedekap dan mengangkat satu alis. “Kau tahu bahkan semut pun tidak akan mati dipukul oleh jurus itu.” Jiali tertawa. “Elang menyambar langit? Kurasa elangnya sedang mabuk.”
102.7K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Asistenku Membuatku Tak Karuan

Asistenku Membuatku Tak Karuan

“Saya... saya akan membacakan Anda antologi puisi Chairil Anwar sampai Nona tertidur pulas dalam pelukan kata-kata.” Ghea terdiam tiga detik, lalu menunjuk pintu dengan pulpennya. “Keluar! Cari jamet saja sana yang doyan kamu rayu dengan kata-kata, jangan cari aku.” Begitu Bambang keluar dengan langkah lunglai, Ghea langsung melempar bantal kursinya ke arah Kalandra. Dengan sigap, asisten itu menangkapnya. “Kal! Kamu mau aku nikah sama manusia atau sama kumpulan sajak?” amuk Ghea.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Bagas mengangkat tangan kiri. "Kibasan Malas." Tekanan itu buyar. Arya Wirabumi menatap tangan kiri Bagas, lalu menatap wajah Bagas, dengan ekspresi orang yang baru menemukan angka yang tidak cocok dengan kalkulasi tapi belum mau mengakuinya. "Keberuntungan," katanya. "Kotoran kuda kadang menghalangi angin juga." "Saya mantan kotoran kuda," kata Bagas. "Sekarang Ranting Bintang Satu yang mantan kotoran kuda. Gelarnya panjang tapi akurat."
670 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Dalam Pelukan Tuan Ganendra

Dalam Pelukan Tuan Ganendra

Liona berkedip tak percaya, mulutnya terbuka, apa kupingnya tidak salah dengar? “M-Menari?” “Ya,apa kau tuli?” “Aku tidak Bisa,Tuan!” “Aku tidak bertanya kau bisa atau tidak, aku hanya menyuruhmu untuk menari untukku, sekarang lep4s pakaiannmu,” bentak Ganendra, bukan bernafsu, namun sengaja melakukan itu untuk mempermalukan Liona, Ganendra ingin Liona sadar bahwa ia tidak memiliki harga diri dirumah itu. Kepala Liona seketika menggeleng lemah, ia menutup tubuh bagian atasnya, mana mungkin ia berani membuka pakaian di depan mata pria asing, bagian tubuhnya selalu terjaga sejak ia mulai tumbuh menjadi seorang gadis, jadi ia tidak mungkin dengan sukarela membiarkannya terlihat oleh orang lain,
486 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

tanya gw “sesuai namanya, kita ngerayu, terus yang dirayu harus bales ngerayu lagi. Tapi yang nyambung lah.. kayak bales pantun aja gitu. Yang balesannya nggak nyambung atau GR duluan, kita anggap dia kalah. Gimana?” jelasnya “ide lo beneran aneh. Udah deh, lo tinggal siapin duit buat makan porsi dua orang” jawab gw
1017.4K viewsOngoingAdded to Library 662 Times as pantun gombalan
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelumban lelamising lati Landep lancip liding Lumah lemeh, lemeh lumah Lemes Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Lelakon oo…lelakon Lir pakeliran suran Lamat pangindunge nyi sinden Lelegon bumi kelairan Lemahku subur Lintangku dhuwur Lelepah-lelepah pakanane iwak entah Limbung nyi buto ijo Lambe ndremimil Lambung perih ngelih Le thole Lodoken lenge gangsir Lebanana kareben ngenthir Lelepah-lelepah pakanane iwak entah. Penduduk pun bersorak sorai ramai sekali mendengar geguritan yang kocak itu. Sarni Trilili tertawa-tawa senang. Benar, memang lucu. Sambil tetap menari orang topengan itu mengedarkan topi pandannya yang bulat plus kumal. Lantas uang logam p
1.6K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as pantun gombalan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status