Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Tangannya masih lemah, tapi kalimat itu mengalir pelan, tinta tergores dalam kertas menyulam beberapa kata. "Aku tak pantas mendapatkan surga. Akan tetapi, aku akan menutup setiap luka ini... agar kelak aku bisa berdiri di gerbang surga, bukan sebagai lelaki yang disambut, tapi lelaki yang akhirnya layak mengetuk."
10788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

pinta Ali memelas. “Iya, kalau sekali ini pakai uangku, pasti selamanya pakai uangku untuk makan!” jawabnya ketus. “Itu namanya Abang numpang hidup sama istri.” **************
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Ada yang menginginkan sebuah keajaiban malam ini? Lihatlah bintang di luar sedang bertaburan dengan cuma-cuma. Jikalau mereka jatuh satu per satu, lekatkan tanganmu dan batinkan keinginan pelan-pelan. Kalimat seperti, 'aku menginginkanmu, aku menginginkanmu... aku ingin menjadi satu-satunya milikmu... selamanya'. Tak perlu dilantangkan, cukup dibisikkan. Siapa tahu salah satunya berhasil didengar sang raja alam.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
a different soul

a different soul

'Paan' 'Besok bunda gue pengen ketemu sama elu' 'Gue sibuk,besok gue juga sekolah' 'Ya udah minggu depan gimana? Mau kan? Gue jemput' 'Gak tau liat aja entar' 'Jangan kek gitu,bunda gue yang mau ketemu buka gue' 'Cerita apaan lu sama bunda lu sampe mau ketemu?' 'Gue gak cerita apa-apa sama bunda' 'Cih! Awas aja lu ar.Gue usaha in minggu depan tapi kalau gue sibuk jangan maksa'
9.921.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Lanjut--- PoV Parlin (Mohon maaf kali ini saya pakai dua POV dalam satu Bab, ini sebenarnya tidak lazim dan menyalahi kaidah kepenulisan, tapi aku lakukan untuk memuaskan pembaca) Nia istriku makin lama makin banyak menuntut, bukan menuntut harta dan uang, tapi dia menuntut cinta. Ah, seperti anak remaja SMP saja, padahal umur sudah hampir setengah abat masih menuntut cinta.
9.8582.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.5K kali sebagai pantun minta sesuatu
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

TUKANG CILOK TERNYATA INTEL

“Ya dua-duanya lah. Romantis karena aku cinta, serem karena aku serius!” "Hm, kalau begitu aku juga punya pantun balasan untuk kamu." Aluna berpikir sejenak lalu mulai merangkai kalimat. "Bagaimana memanjat pohon randu? Tangan di atas kaki ke hulu. Bagaimana hati tak rindu? Pacarku lembut suka melucu." "Waaahhh, bagus sekali, Yang! Kamu lama lama juga ketularan aku nih. Suka menggombal!"
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Rangga, kamu melepaskan surat mutasimu demi Ajeng, lalu sekarang kamu memintaku membuang mimpi besarku di Adiwangsa? Aku tanya padamu, atas dasar apa kamu menuntut itu?" Pertanyaanku membuatnya terbungkam seribu bahasa. "Kamu selalu seperti ini." Aku menatapnya dalam-dalam, menekankan setiap kata. "Kamu memutuskan segala sesuatunya untukku sesuka hatimu. Tapi, apa kamu pernah bertanya apa yang sebenarnya aku inginkan?" "Aku ...."
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Ia tampak enggan membuat pantun juga tak pandai. "Hehe, tidak bisa," katanya menyengir. "Ah, tidak seru! Satu sajalah. Seorang pengacara masak tidak bisa pantun?" Alifa memaksa. Ketika dia menatap wajah Amanda antusias, dia menyadari bahwa dia membutuhkannya. "Baiklah." Ia terpekur sejenak dan mulai melontarkan pantunnya. "Satu...dua...tiga...adalah bilangan...."
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai pantun minta sesuatu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status