Mas, Ayo Bercerai!
Saat tangannya meraih kemeja Haidar, sebuah aroma yang tidak biasa menyergap indra penciumannya.
Aroma itu bukan parfum Haidar. Ini adalah parfum wanita. Parfum yang manis, sedikit menyengat, tetapi elegan. Di otak Zola langsung tertuju pada Parfum Raisa.
Jantung Zola berdebar kencang. Tangannya membeku di udara, memegang kemeja itu erat-erat. Ia mendekatkan kain itu ke hidungnya, memastikan. Aroma itu menempel kuat, begitu jelas. Bayangan Raisa memeluk Haidar erat-erat terbayang-bayang di pelupuk mata.