Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Berebut Pantas

Berebut Pantas

ujar salah satu pengunjung yang tengah berekspresi di depan kamera ponselnya. Pembeli datang silih berganti hingga sore hari. Zen tampak penuh syukur, hingga tak henti-hentinya tersenyum. Pemandangan itu ditangkap oleh Dio yang baru saja tiba. “Kafe ini rame lagi meski yang mereka beli adalah es tebu.” “Tidak apa-apa. Es tebu pun bagian dari menu di kafe kita. Dan, saat ini aku merasa malu pada Arash,” ungkap Zen dengan wajah sendu.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as paya nie
Read
+Library
Penghianatanmu Ku Bayar Lunas

Penghianatanmu Ku Bayar Lunas

Fatur menerima ponsel tersebut dan langsung membaca isi pesan yang dikirim oleh Tante Mira. DEGH! Suara jantung Fatur semakin berdegup kencang setelah membaca pesan dari Tante Mira. Tante Mira adalah salah satu "Sugar Tante" yang selama ini membiayai nya. Ya! Fatur bekerja sampingan sebagai Gigolo atau Lelaki bayaran yang di sewa oleh seorang wanita, biasanya Tante-tante kaya atau janda yang kesepian. Tentu saja bukan hanya sekedar menemani makan dan jalan-jalan saja. Akan Tetapi, Fatur juga melayani mereka sampai ketempat tidur untuk memenuhi kepuasaan batin sampai si penyewa itu puas. Tante Mira salah satu Klien yang menyewa jasanya. Fatur mendapatkan uang dari mereka untuk memenuhi gaya h
1011.8K viewsOngoingAdded to Library 365 Times as paya nie
Read
+Library
Disayang Duda Kaya

Disayang Duda Kaya

ujar Banyu. "Harus donk, Mas. Ini yang terpenting, anak-anak nggak boleh kecewa saat kita pulang nanti," jawab Lila, Ia pun kemudian membereskan sisa makanannya lalu menggosok gigi. Pusat perbelanjaan di New York menjadi pilihan pertama Banyu dan Lila hari ini. Mereka menyempatkan untuk menikmati game di sela-sela belanja. Lila merasa seperti menjadi anak kecil lagi. Tawa dan ledekan Banyu pun sesekali terlontar karena jarang-jarang mereka menikmati momen seperti ini, apalagi jika di Indonesia. Mereka kembali ke hotel dengan puluhan tas belanja.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as paya nie
Read
+Library
Sang Penggoda Bayaran

Sang Penggoda Bayaran

Kliennya kali ini sangat handal memantik emosi. "Kalau kamu mau, silakan pesan apa pun di sini sepuasnya. Biar saya yang bayar. Tapi nanti saja, setelah pembicaraan kita selesai." "Tidak perlu," Laura yang sejak tadi bungkam, akhirnya angkat bicara, "saya masih kenyang." Lagipula selera makannya sudah ambyar gara-gara wanita paruh baya di depannya ini.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as paya nie
Read
+Library
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

tanyaku kesal. "Raya, itu lihat dan baca pesannya. Sudah seminggu nomerku nggak aktif. Aku telat sudah lama. Hanya pinjam segitu, kok! Please, itu masa lalu, jangan ditanggepin," ujarnya membuatku terpaku. Tante Lira hanya terdiam melihat ini semua. "Kak, 500.000 dibayarkan, ya!" ucapku memintanya untuk membayar pinjaman online tersebut.
13.5K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as paya nie
Read
+Library
WANITA BAYARAN

WANITA BAYARAN

ucapku sebelum laki-laki itu beranjak. Dia hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tipis. "Hei ... aku sudah membayarmu, jadi jangan berpikir untuk tebar pesona kepada laki-laki lain!" sinis Bara. "Tebar pesona apanya? Lagi pula ini tidak termasuk ke dalam perjanjian kita. Apa mengucapkan terima kasih pada seseorang melanggar peraturan?" sungutku.
9.87.5K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as paya nie
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Padma mengangguk mengerti dan buru-buru kabur diikuti oleh Dewi. "Ya, kak?" Nala mengalihkan perhatian pada Bagus begitu Padma dan Dewi pergi. "Sebenarnya nggak enak ngobrol sambil antri bayar makanan gini." Bagus menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal. "Tapi karena aku nggak punya nomor W* kamu, jadinya agak susah ngobrolnya. Omong-omong kamu sudah ke pak Novan?"
2.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as paya nie
Read
+Library
Kerayon patah

Kerayon patah

arya, dyon, lia kompak Loh loh, kalian latihan dimana kompak giru " ujar niki bingung Bu levinia udah ajak kami duluan niki " ujar lia menjelaskan Aduh, telat lagi ya gue, tapi tunggu dulu, jangan bilang ini udah dibayar sama bu levinia " ujar niki terlihat pasrah semua usahanya sudah didahuluin Iya lah, elu sih datengnya kelamaan " ujar dyon menimpai Yah .. " niki terlihat pasrah duduk memengang kepalanya
104.3K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as paya nie
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status