Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah Liar Playboy Tajir

Gairah Liar Playboy Tajir

tanya Matthew karena dia tidak sempat menukar uang dolar Amerikanya ke peso Argentina. "Bisa, Tuan. Silakan," jawab wanita muda itu lalu menancapkan kartu Amex milik Matthew ke mesin edc. Ketika dia membaca kertas struk edc itu ada nama Matthew Leigh, dia terkejut, "Mister Matthew Leigh? Wow, saya bertemu bilioner yang terkenal itu? Cool! Apa benar itu Anda?" Matthew mengendikkan bahunya dan menyimpan kartu itu ke dompetnya sembari menunggu barangnya dibungkus ke dalam plastik belanja oleh penjaga apotek itu. "Benar, saya Matthew Leigh," jawabnya.
10258.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.5K Beses bilang paya nie
Read
+Library
PAWANA

PAWANA

Aku malah ingin tertawa melihat bunda seperti itu. "Enggak bun, pizza ini temen Kayra yang beliin. Namanya Naufal. Sebenernya temen Alin sih, Kayra baru kenal sama dia," jelasku. Bunda yang mendengarnya tersenyum sumringah. Nggak tau sih itu senyum senang atau ngejek.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Kembali Padamu

Kembali Padamu

tanya mas Danung penasaran. "Emm.. bukan pesan dari siapa - siapa kok mas. Ini ada pemberitahuan dari operator. Kuota Nur habis, padahal baru aja Nur isi 4 hari yang lalu" jawab Nur, berbohong. "Yasudah besok mas belikan" pria itu percaya, dia tersenyum tulus pada istrinya. Nur membalas senyuman mas Danung dengan senyuman pula.
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Wanita Bayaran

Wanita Bayaran

Natalie coba menenangkan. "Ya, terima kasih Natalie. Kau sudah menyadarkanku. Sekarang aku sudah tak menginginkan pria menjijikkan itu lagi. Tenang saja." "Hahaha ... aku tak sebaik itu, Nona. Aku hanya mengatakan itu karena kau membayarku. Kau mau kembali pun bukan urusanku," ujar Natalie lagi. "Hah?! Kau ini… Memang pantas disebut wanita bayaran. Yang kau pikirkan hanya uang." Natalie hanya tertawa menanggapi ucapan wanita itu.
3.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Playdate

Playdate

“Astaga! Mama ini.” “Mama udah janji bawa Lily kesini sama mereka, kebetulan Gema nggak ada dan Lily juga nggak ada jadwal.” “Ma, harus bayar loh. Mana ada yang gratis bawa public figure.” “Bayarannya kan restu dari mama,” jawab Fiona santai.
2.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 99 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Pujaan Hati Sang Tuan Muda

Pujaan Hati Sang Tuan Muda

“Jalan-jalan di sepanjang pantai.” “Dengan Satria?” tanya Kevin kemudian. “Aku enggak tau siapa namanya.” Irina berkata dengan jujur. Dia memang tak tahu nama pria yang telah mengajaknya berjalan menelusuri pantai tadi. “Haha, kamu pikir aku bodoh? Mana ada orang yang tak saling mengenal kemudian memutuskan untuk jalan-jalan bersama?” “Apa pun yang kujelaskan sama kamu, pasti kamu enggak percaya,” ucap Irina kemudian.
103.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 87 Beses bilang paya nie
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Kalau biasanya ia bisa mengejar wanita dengan kaki panjangnya, kali ini rasanya tidak mungkin karena kaki Arla juga sama panjangnya. “Aku mau balik.” “Ok, kita balik, tapi aku bayar dulu mainannya. Kan nggak lucu kita udah jauh-jauh sampe sini, udah milih-milih tapi malah nggak jadi.” “Ya bercandaanmu juga nggak lucu.”
1039.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 935 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Pulang

Pulang

sela Angga. Pria muda itu mendekat, berdiri di depan Yotta untuk menjawab dua orang laki dewasa yang datang menagih hutang. Kedua pria itu menoleh pada tanda di depan rumah, sesaat keduanya diam karena mengerti apa yang terjadi. Tapi mereka sedang bekerja, mereka tetap harus mendapatkan sesuatu sebelum pergi. "Bagaimana dia bisa mati secepat ini, siapa yang akan membayar hutang-hutang yang ditinggalkan," gumam salah satu dari mereka.
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Berebut Pantas

Berebut Pantas

ujar salah satu pengunjung yang tengah berekspresi di depan kamera ponselnya. Pembeli datang silih berganti hingga sore hari. Zen tampak penuh syukur, hingga tak henti-hentinya tersenyum. Pemandangan itu ditangkap oleh Dio yang baru saja tiba. “Kafe ini rame lagi meski yang mereka beli adalah es tebu.” “Tidak apa-apa. Es tebu pun bagian dari menu di kafe kita. Dan, saat ini aku merasa malu pada Arash,” ungkap Zen dengan wajah sendu.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang paya nie
Read
+Library
Penghianatanmu Ku Bayar Lunas

Penghianatanmu Ku Bayar Lunas

Fatur menerima ponsel tersebut dan langsung membaca isi pesan yang dikirim oleh Tante Mira. DEGH! Suara jantung Fatur semakin berdegup kencang setelah membaca pesan dari Tante Mira. Tante Mira adalah salah satu "Sugar Tante" yang selama ini membiayai nya. Ya! Fatur bekerja sampingan sebagai Gigolo atau Lelaki bayaran yang di sewa oleh seorang wanita, biasanya Tante-tante kaya atau janda yang kesepian. Tentu saja bukan hanya sekedar menemani makan dan jalan-jalan saja. Akan Tetapi, Fatur juga melayani mereka sampai ketempat tidur untuk memenuhi kepuasaan batin sampai si penyewa itu puas. Tante Mira salah satu Klien yang menyewa jasanya. Fatur mendapatkan uang dari mereka untuk memenuhi gaya h
1012.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 372 Beses bilang paya nie
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status