SUMPAH PELAKOR
Lantai marmer mengilap, lampu gantung kristal bergantung di langit-langit, dan aroma teh mahal memenuhi udara.
Sofa kulit putih tertata rapi, dan di sudut ruangan ada grand piano yang tampak belum pernah disentuh. Dindingnya dilapisi panel kayu gelap dengan ukiran halus, dan jendela besar menghadap ke taman air mancur yang seolah dirancang untuk memamerkan kemewahan.
Restu melangkah masuk. Rasanya seperti berada di kapal pesiar kelas VVIP, bukan hotel. Ia bahkan sempat bertanya dalam hati, siapa sebenarnya yang mengundangnya siang itu.