Presdir Dingin itu, Ayah dari Putraku
Pelayan itu memandang Cantika dari ujung kaki hingga kepala, penampilan Cantika yang sederhana, kaus yang dipadukan dengan jaket denim, rambut diikat kuncir kuda, celana denim yang harganya hanya ratusan ribu, terkesan begitu sederhana, sampai pelayan itu menganggap Cantika hanya pelayan.
“Iya, Mbak. Yang boleh masuk hanya orang yang ingin membeli barang, sedangkan pembantu silakan boleh duduk menunggu di sana.” Pelayan toko itu menghina Cantika secara terang-terangan.
Cantika tertawa ironi mendengar ucapan pelayan itu. Hingga dia langsung meraih tangan Mark dan menggenggamnya erat.
Mark pun terkejut dengan kalimat yang diucapkan pelayan toko, tapi karena Cantika sudah dulu bertindak, membua
Bab Populer