Pembantu Kesayangan Tuan Muda
“Toloooong! Ampuuuun. Ampuuuun. Woy! Anjiiir. Udahan, woy! Bisa mampus gueee!”
Jelita yang semula menjerit-jerit saat tubuh mereka berayun-ayun di ketinggian, langsung terpingkal-pingkal mendengarnya.
“Bim! Tenang, Bim …, rileks!”
“Rileks dari Hongkong! Udahan, woooy! Bangke! Bisa udahan nggak sih ini, anjir!" Bimo kembali menjerit-jerit heboh. Jeritan dan ocehannya bahkan terdengar sampai bawah dan membuat orang-orang yang sedang mengantre di sana terbahak-bahak.